Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson . ( Foto: John Sibley / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson . ( Foto: John Sibley / POOL / AFP )

Inggris Akui Distribusi Vaksin Bakal Sangat Berat

Jumat, 4 Desember 2020 | 07:33 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19, dan akan memakai yang buatan Pfizer-BioNTech. Pemerintah Inggris pada Kamis (3/12) mengakui distribusinya bakal sangat berat.

Inggris dijadwalkan mulai menjalankan program vaksinasi Covid-19 itu pekan depan. Inggris harus berhadapan dengan distribusi jutaan dosis vaksin dengan transportasi dan penyimpanan khusus.

Inggris juga harus mendirikan tempat vaksinasi yang cocok dan memberikannya kepada warga yang paling rentan dan para tenaga kesehatan (nakes).

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengingatkan program vaksinasi ini akan menjadi salah satu kerja logistik sipil terbesar yang pernah dihadapi.

“Pengaturan vaksin ini akan menimbulkan tantangan-tantangan logistik yang luar biasa besar,” ujar Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, seperti dikutip CNBC.

Dr Adam Barker dan Dr Tara Raveendran selaku analis kesehatan dari grup usaha investasi Shore Capital mengatakan, distribusi vaksin tersebut bakal sangat berat.

“Walau Badan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) sudah terbiasa dalam mendistribusikan vaksin, contohnya sekitar 15 juta vaksin flu per tahun, kandidat vaksin Pfizer-BioNTech ini memiliki karakteristik-karakteristik lain yang membuatnya lebih sulit untuk didistribusikan,” sebut keduanya.

Vaksin yang efektivitasnya dalam mencegah infeksi Covid-19 diklaim mencapai 95% itu harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celsius dalam waktu lama. Dan pengirimannya membutuhkan kontainer khusus yang dapat menampung produk tersebut hingga 10 hari.

“Begitu tiba di lokasi vaksinasi, kontainer itu dapat dipakai sebagai penyimpanan sementara selama 30 hari lagi, sepanjang terus diisi ulang dry ice setiap lima hari sekali. Dan sekali vaksinnya dicairkan, dapat disimpan di suhu pendingin (2-8 C) hingga lima hari,” lanjut mereka.

Vaksin buatan Pfizer untuk Inggris akan datang dari pabrik perusahaan di kota Puurs, Belgia. Pabrik sama juga akan dipakai untuk distribusi vaksin ke seluruh Eropa.

Ribuan dosis yang setiap kelompoknya mencapai 975 dosis akan ditempatkan dalam kotak-kotak pendingin khusus. Untuk kemudian diterbangkan atau dikapalkan ke Inggris dan lalu didistribusikan ke pusat-pusat vaksinasi.

Persiapan

Bagi semua pihak yang diberi wewenang untuk pengiriman vaksin tersebut, persiapan akan menjadi kunci.

“Ini masalah persiapan, persiapan, dan persiapan,” ujar CEO DHL Express John Pearson, seperti dikutip CNBC, Kamis.

Perusahaan kurir asal Jerman ini sudah memiliki layanan Medical Express yang khusus mengrimkan produk-produk dengan kebutuhan sangat penting dan khusus. Seperti kontrol suhunya harus konstan dan konsisten.

Pearson memperkirakan perusahaannya tak lama lagi diminta untuk terlibat dalam pengiriman vaksin Pfizer ke Inggris.

“Kami fokus pada pengambilan di tempat asal dan pengiriman ke tujuan dan akan terus menjaga suhunya di sepanjang perjalanan. Kami sangat berkomitmen akan hal itu. Tantangan logistik sudah siap kami hadapi,” ujar dia.

Inggris sudah memesan 40 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech. Pfizer pada Rabu menyatakan, pengiriman 40 juta dosis itu akan berlangsung bertahap selama akhir 2020 dan pada 2021.

CEO NHS Simon Stevens mengatakan, bagian terbesar program vaksinasi akan berlansgung dari Januari 2021 hingga Maret atau April 2021. Pemerintah akan mengirimkan vaksinnya dari 50 rumah sakit rujukan dan fasilitas-fasilitas kesehatan lain.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN