Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. ( Foto: Paul Grover / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. ( Foto: Paul Grover / POOL / AFP )

Inggris Karantina Nasional Ketiga

Rabu, 6 Januari 2021 | 07:18 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Sekolah-sekolah dan universitas di seluruh Inggris ditutup pada Selasa (5/1), jelang dimulainya karantina nasional ketiga pada Rabu (6/1). Langkah ini ditempuh untuk mengendalikan lonjakan kasus baru viru corona Covid-19, seiring munculnya varian baru dalam beberapa bulan terakhir, yang dapat melumpuhkan sistem kesehatan karena diyakini lebih cepat menyebar.

Langkah-langkah pembatasan ketat baru diumumkan Senin (4/1) malam oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson. Pada saat Inggris juga mulai menggulirkan vaksinasi Covid-19 dengan vaksin buatan Oxford-AstraZeneca.

Skotlandia memulai karantina ini pada Selasa. Sedangkan untuk seluruh wilayah Inggris, kata Johnson, akan dimulai pada Rabu. Karantina nasional yang ketiga ini kemungkinan berlangsung hingga pertengahan Februari 2021.

Langkah ini ditempuh untuk mengendalikan gelombang infeksi berat yang disebabkan varian baru Covid-19, yang diyakini menyebar lebih cepat.

“Karena sebagian besar (wilayah) negara sudah di bawah langkah-langkah luar biasa, jelas bahwa kita harus berbuat lebih banyak, bersama-sama, untuk mengendalikan varian baru ini sambil vaksinasi terus bergulir,” tutur Johnson dalam pidato televisinya.

Seperti karantina pada Maret-Juni tahun lalu, karantina baru ini juga mencakup penutupan sekolah dan larangan meninggalkan rumah kecuali untuk olahraga dan belanja kebutuhan pokok.

Inggris meningkatkan program vaksinasinya pada Senin dengan menggulirkan vaksin buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca. Hal ini bakal mendorong otoritas Eropa untuk meningkatkan juga proses persetujuan vaksin.

Badan pengawas obat-obatan Eropa atau European Medicines Agency (EMA) belum menyetujui vaksin buatan Moderna dan keputusan terhadap vaksin AstraZeneca juga kemungkinan tidak keluar bulan ini.

Perpanjang Karantina

Di Jerman, Kanselir Angela Merkel dan para pemimpin negara bagian pada Selasa waktu setempat diperkirakan mengumumkan perpanjangan karantina sebagian.

Tekanan meningkat setelah jumlah kematian harian di Jerman untuk pertama kalinya sejak 30 Desember 2020 tembus 1.000 orang. Covid-19 di Jerman telah menelan korban lebih dari 35.000 jiwa.

Merkel dan menteri perdana dari 16 negara bagian di Jerman dijadwalkan menggelar konferensi jarak jauh untuk memperpanjang karantina sebagian dari batas waktu 10 Januari 2021, yang kemungkinan hingga akhir bulan ini.

“Karena tingkat infeksi masih terlalu tinggi, perpanjangan pembatasan-pembatasan itu menjadi diperlukan,” ujar Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN