Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelanggan sedang melihat-lihat buah dan sayuran di kios penjual sayur, di pasar Kirkgate di Leeds, Inggris utara.   Foto ilustrasI: Oli Scarff / AFP

Pelanggan sedang melihat-lihat buah dan sayuran di kios penjual sayur, di pasar Kirkgate di Leeds, Inggris utara. Foto ilustrasI: Oli Scarff / AFP

Inggris Naikkan Lagi Suku Bunga

Jumat, 18 Maret 2022 | 09:59 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Bank of England (BoE) pada Kamis (17/3) menaikkan suku bunga acuan pada tiga rapat kebijakan berturut-turut. Tapi bank sentral Inggris ini menyuarakan pesan kebijakan yang lebih dovish atau lunak karena konflik Rusia-Ukraina dapat mendorong infasi terus naik untuk jangka waktu lebih lama.

Komite Kebijakan Moneter BoE pada Kamis menyatakan delapan berbanding satu anggota Dewan Gubernur mendukung kenaikan 25 basis poin sehingga suku bunga acuan Inggris sekarang mencapai 0,75%.

Laju inflasi Inggris sudah menyentuh level tertinggi dalam 30 tahun sebelum meletusnya Rusia-Ukraina. Konflik ini mendorong harga energi melonjak dan semakin menekan proyeksi inflasi bank sentral.

Baca juga: PM Inggris: Barat Harus Mengakhiri Ketergantungan Energi Rusia

Pada rapat kebijakan sebelumya di bulan Februari 2022, KKM BoE menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2004 dan menaikkan proyeksi inflasi dengan perkiraan posisi puncak tercapai pada level 7,25%, kuatnya pasar tenaga kerja dan pasar tenaga kerja Inggris. BoE waktu itu menyatakan pengetatan kebijakan moneter ke depannya akan bergantung pada proyeksi inflasi jangka menengah, yang diperburuk dengan operasi militer Rusia ke Ukraina yang berimbas pada permintaan.

Tekanan inflasi global akan semakin kuat dalam beberapa bulan ke depannya. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di negara-negara importir bersih, termasuk Inggris, akan melambat,” kata BoE.

Baca juga: Ekonomi Inggris Rebound dengan Rekor 7,5% pada 2021

Pihaknya sekarang memperkirakan inflasi terus naik dalam bulan-bulan mendatang dan mencapai sekitar 8% pada kuartal II 2022. Karena ketatnya pasar tenaga kerja dan biaya dalam negeri serta tekanan harga terus mendera, Komite berpendapat pengetatan tipit-tipis kebijakan moneter adalah langkah tepat dalam bulan-bulan ke depan. Walapun ada risiko bermuka dua yang bergantung pada prospek inflasi jangka menengah.

Paul Craig, manager portofolio mengatakan, reaksi BoE terhadap proyeksi kenaikan inflasi adalah perkiraan bahwa tingkat inflasi tahun ini dapat mencapai dua digit.

“BoE tidak memiliki pilihan selain terus menaikkan suku bunga. Bank sentral tampak berusaha meyakinkan para pihak bahwa jika terjadi perlambatan ekonomi atau penyerapan lapangan kerja, tidak akan seburuk perkiraan,” kata Graig. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN