Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss (kiri) dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing menandatangani kesepakatan perdagangan bebas di Singapura, pada 10 Desember 2020. ( Foto: Handout / SINGAPORE

Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss (kiri) dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing menandatangani kesepakatan perdagangan bebas di Singapura, pada 10 Desember 2020. ( Foto: Handout / SINGAPORE

Inggris-Singapura Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas

Jumat, 11 Desember 2020 | 07:04 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Pemerintah Inggris dan Singapura telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas pada Kamis (10/12). Kesepakatan ini menjadikan Singapura sebagai tempat berpijak utama Inggris di kawasan Asia dan sebagai upaya untuk menempa jalannya setelah keluar dari blok Uni Eropa (UE). Sementara itu, negosiasinya tentang kesepakatan dagang pasca-Brexit dengan Uni Eropa masih tersendat.

Menurut laporan, kesepakatan tersebut sebagian besar mencerminkan pakta UE-Singapura yang sudah ada, dan perdagangan bilateral ini bernilai sekitar 17 miliar pound (US$ 22 miliar).

Perjanjian Inggris-Singapura terjadi ketika proses negosiasi antara Inggris dan UE tentang hubungan perdagangan setelah akhir periode transisi pasca-Brexit tahun ini tampaknya mengarah pada kegagalan.

“Kesepakatan itu menghapus tarif dan memberi kedua negara akses ke pasar satu sama lain dalam hal layanan, serta memangkas hambatan non-tarif di berbagai sektor mulai dari elektronik hingga produk farmasi,” demikian disampaikan Kementerian Perdagangan Singapura, yang dikutip AFP.

Menanggapi penandatanganan pakta, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyambut baik perjanjian perdagangan yang fantastis dengan Singapura.

“Ini adalah bagian penting dari visi kami tentang perdagangan Inggris dengan jaringan negara-negara dinamis di seluruh Asia-Pasifik,” cuitnya.

Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss, yang berada di Singapura untuk menandatangani pakta tersebut, juga menyambut baik kepemimpinan pusat keuangan berpenduduk 5,7 juta atas perdagangan bebas.

“Sekarang Inggris kembali sebagai negara perdagangan yang mandiri, kami bebas mengikuti kampanye ini. Singapura telah menjadi mitra perdagangan dan investasi terbesar Inggris di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean), sedangkan Inggris adalah tujuan investasi utama Singapura di Eropa,” ujarnya.

Saat ini, Truss dikabarkan sedang menuju ke Vietnam untuk menandatangani perjanjian perdagangan bebas, yang juga bertujuan mereplikasi pakta UE yang ada.

Menurut laporan, bea masuk akan dihapus pada November 2024 di waktu yang sama dengan perjanjian antara UE dan Singapura – sebagai bekas koloni Inggris yang mempertahankan hubungan dekat dengan Inggris.

Dekati Kesepakatan Besar

Truss mengatakan, perjanjian ini akan membawa Inggris selangkah lebih dekat untuk bergabung dengan zona perdagangan bebas besar-besaran, Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), di mana Singapura menjadi anggotanya.

Pakta CPTPP tersebut mengelompokkan 11 negara di Lingkar Pasifik, di antaranya Australia, Kanada, Chili, Jepang, Meksiko, dan Vietnam. Versi sebelumnya dari kesepakatan itu pernah diperjuangkan oleh AS, tetapi Presiden Donald Trump meninggalkan kesepakatan.

Menteri Perdagangan Singapura Chan Chun Sing mengungkapkan bahwa negara kota itu akan membantu pengajuan Inggris pada awal 2021. Inggris menandatangani kesepakatan perdagangan besar pertama pasca-Brexit dengan Jepang pada Oktober, tetapi perjanjian yang dilakukan pada Kamis adalah yang pertama dengan anggota negara blok Asean.

Blok yang terdiri atas 10 negara merupakan tempat tinggal bagi 650 juta penduduk, dan telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Sedangkan pakar perdagangan internasional yang berbasis di Singapura Deborah Elms mengatakan kepada AFP, bahwa kesepakatan yang mencerminkan perjanjian perdagangan bebas UE dengan mitranya lebih cepat daripada yang lain karena mereka meniru komitmen dan teks.

Dia menambahkan, bagian dari kesepakatan Singapura yang memakan waktu paling lama adalah lbagian ayanan keuangan karena baik Inggris dan Singapura merupakan pusat kegiatan untuk sektor keuangan.

“Singapura memiliki kekhawatiran soal memberikan izin terlalu banyak operator layanan keuangan untuk hadir di pasar yang kecil,” katanya.

Elms, direktur eksekutif Asian Trade Center, juga mengatakan potensi aksesi Inggris ke CPTPP adalah perkembangan utama: "Inggris jelas perlu menopang hubungan perdagangan setelah Brexit."

Penandanganan terjadi setelah Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberi tenggat waktu negosiasi perdagangan pasca-Brexit hingga 13 Desember untuk memutuskan masa depan negosiasi, setelah pembicaraan tiga jam yang membuat kedua belah pihak malah semakin “berjauhan”.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN