Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melintas di depan papan pergerakan harga saham di Tokyo. Foto: AFP

Investor melintas di depan papan pergerakan harga saham di Tokyo. Foto: AFP

Investor di Asia Optimistis akan Ada Vaksin Covid-19

Selasa, 14 Juli 2020 | 07:13 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

HONG KONG, investor.id - Pasar saham di Asia naik pada perdagangan Senin (13/7) dan mampu memulihkan sebagian kerugian pada akhir pekan lalu. Investor mengikuti kinerja yang kuat di Wall Street dan didorong oleh harapan adanya vaksin untuk mengobati infeksi virus corona Covid-19, meskipun lonjakan infeksi di seluruh dunia membatasi kenaikan tersebut.

Triliunan dolar AS dalam bentuk dukungan pemerintah menjaga ekuitas tetap didukung dengan baik. Tetapi tingkat kepercayaan menurun karena penyebaran penyakit, dengan ledakan kasus memaksa beberapa negara untuk memberlakukan kembali tindakan penguncian, hanya beberapa minggu setelah mengurangi penguncian.

Para pialang juga melihat ke depan untuk musim pendapatan perusahaan. Musim tersebut akan mengungkapkan bagaimana perolehan laba perusahaan selama kuartal kedua, saat kebijakan karantina mematikan ekonomi di banyak negara.

Bursa Tokyo memimpin kenaikan dengan penguatan lebih dari 2%. Sedangkan Shanghai, Seoul, dan Taipei semuanya naik lebih dari 1%.

Hong Kong menguat 0,2%, tetapi kenaikan yang lebih besar terganjal oleh kekhawatiran tentang lonjakan baru infeksi di kota tersebut. Sydney mencatat kenaikan 1% dan Mumbai naik 0,3%. Wellington, Jakarta juga naik tetapi Singapura dan Manila ditutup turun.

Di Eropa, indeks saham London, Paris, dan Frankfurt semuanya meningkat lebih dari 1% pada awal perdagangan, dengan harapan Uni Eropa hampir menyetujui program pemulihan ekonomi senilai US$ 750 miliar.

Penguatan di Asia dan Eropa ini terjadi setelah indeks Dow Jones dan S&P 500 di Wall Street melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan pekan lalu dan indeks teknologi Nasdaq mencatatkan rekor lagi.

Para investor menyambut gembira pernyataan dari bos perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech, yang mengatakan kandidat vaksin akan siap untuk pengujian di tingkat regulasi pada akhir tahun ini. Sementara Gilead Sciences menyatakan, obat anti virusnya telah relatif efektif dalam uji klinis.

"Berita infeksi Covid-19 di Amerika Serikat (AS) yang suram yang terus-menerus, terus diabaikan demi optimisme yang berkelanjutan terkait jangka waktu untuk penemuan dan peluncuran cepat vaksin yang efektif danatau lebih banyak dukungan kebijakan untuk harga aset dalam ekonomi AS," kata Ray Attrill di National Australia Bank.

Badai Virus Corona

Meski begitu, penyebaran pandemi yang cepat ke seluruh planet tetap menjadi perhatian. Di AS, negara bagian Florida mencatat 15.299 kasus baru dalam satu hari, total tertinggi satu hari dari negara bagian mana pun hingga saat ini.

Sementara Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengingatkan, negaranya menghadapi badai virus corona yang jauh lebih ganas dan lebih merusak daripada yang pernah dikenal sebelumnya.

Hong Kong, yang selama berminggu-minggu tanpa kasus penyebaran lokal, mengalami lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan dan menyebabkan pengenaan tindakan penguncian. Sementara dua pangkalan Marinir AS di Okinawa Jepang telah masuk dalam penguncian setelah puluhan infeksi baru.

Namun para analis mengatakan yakin dengan ekonomi global, yang diperkirakan akan jatuh ke dalam resesi tahun ini sementara pasar akan terus pulih.

"Kami memang berpikir ekonomi global sekarang memasuki pemulihan multi-tahun, tetapi akan ada goncangan di sepanjang jalan. Pemerintah dan bank sentral telah mengerahkan banyak langkah dan akan terus melakukannya sampai kita mencapai sisi lain dari (kondisi) ini," ujar analis PineBridge Investments Mary Nicola kepada Bloomberg TV.

Stephen Innes dari AxiCorp menambahkan, ekuitas kemungkinan akan melambung begitu vaksin akhirnya ditemukan. "Begitu vaksin tersedia, semua sistem berjalan, dan stimulus global yang luar biasa besar akan menemukan jalannya ke setiap aset likuid yang bisa dibayangkan," katanya. (afp)

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN