Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank of England (BOE), Andrew Bailey. ( Foto: bankofengland.co.uk )

Gubernur Bank of England (BOE), Andrew Bailey. ( Foto: bankofengland.co.uk )

Investor Kripto Harus Siap Kehilangan Semua Uang

Sabtu, 8 Mei 2021 | 06:26 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Gubernur Bank of England (BOE ) Andrew Bailey mengatakan pada Kamis (6/5) bahwa mata uang kripto (cryptocurrency) tidak memiliki nilai intrinsik. Masyarakat yang berinvestasi di dalamnya harus bersiap kehilangan semua uangnya.

Menurut laporan, mata uang digital seperti bitcoin, ether, dan bahkan dogecoin sudah bergerak sangat aktif pada tahun ini. Situasi itu kembali mengingatkan beberapa investor tentang gelembung kripto 2017. Tatkala harga bitcoin melesat menuju US$ 20.000. Kemudian anjlok hingga ke harga terendah U$ 3.122 setahun kemudian.

“Mereka (mata uang kripto) tidak memiliki nilai intrinsik. Bukan berarti orang tidak menghargai mereka, karena mereka bisa saja mengandung nilai-nilai ekstrinsik. Tapi mereka tidak memiliki nilai intrinsik. Saya akan mengatakan ini dengan sangat blak-blakan lagi. Beli hanya jika Anda siap kehilangan semua uang Anda,” ujar Bailey dalam konferensi pers tentang kenaikan nilai cryptocurrency pada Kamis (6/5), yang dikutip CNBC.

Pernyataan Bailey menggemakan peringatan serupa dari Otoritas Perilaku Keuangan (Financial Conduct Authority/FCA) Inggris.

“Berinvestasi dalam aset kripto atau investasi dan pinjaman yang terkait dengannya, umumnya melibatkan pengambilan risiko yang sangat tinggi dengan uang investor. Jika konsumen berinvestasi pada jenis produk ini, mereka harus siap kehilangan semua uang mereka,” demikian disampaikan pengawas layanan keuangan pada Januari.

Bailey – yang mantan ceo FCA – sendiri telah lama skeptis terhadap mata uang kripto. “Jika Anda ingin berinvestasi dalam bitcoin, bersiaplah untuk kehilangan semua uang Anda,” bunyi peringatan yang pernah disampaikan 2017.

Sepanjang tahun ini bitcoin dilaporkan naik 90%. Peningkatan tersebut sebagian berkat meningkatnya minat investor institusional dan pembeli korporat, seperti Tesla. Bahkan, perusahaan mobil listrik itu membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar awal tahun ini, dan nilai kepemilikannya telah meningkat menjadi hampir US$ 2,5 miliar.

Di sisi lain, para pendukung bitcoin melihatnya sebagai simpanan serupa dengan nilai emas karena pasokannya yang langka, yakni hanya 21 juta bitcoin yang dapat dicetak. Alasannya adalah mata uang kripto dapat bertindak sebagai lindung nilai terhadap inflasi, karena bank sentral di seluruh dunia mencetak uang untuk meringankan ekonomi yang terpecah belah karena virus corona Covid-19.

Tidak Ada Fundamental

Namun bagi yang skeptis, bitcoin dipandang sebagai gelembung pasar yang menunggu untuk meledak. Michael Hartnett, kepala strategi investasi di Bank of America Securities, mengatakan reli bitcoin terlihat seperti induk dari semua gelembung. Sedangkan Stephen Isaacs dari Alvine Capital percaya bahwa tidak ada fundamental dengan produk ini.

Sementara itu, mata uang digital alternatif telah menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada bitcoin. Ether, mata uang asli dari blockchain Ethereum, telah melihat pengembalian lebih dari 360% pada tahun ini. Sementara dogecoin kripto yang diilhami meme naik 12.500%.

Para analis juga mengaitkan peningkatan dogecoin dengan cuitan dari kalangan selebritas, seperti Elon Musk dan Mark Cuban, serta para investor ritel yang membeli mata uangdi aplikasi perdagangan bebas Robinhood.

David Kimberley, seorang analis di aplikasi investasi Inggris Raya, Freetrade, menggambarkan reli dogecoin sebagai contoh klasik dari teori bodoh yang lebih besar dalam permainan. Pernyataannya ini merujuk pada praktik menjual aset yang dinilai terlalu tinggi kepada investor yang bersedia membayar harga yang lebih tinggi.

Pada saat yang sama, bank sentral sedang mempertimbangkan apakah akan menerbitkan mata uang digital mereka sendiri. Ini mengingat bahwa pada bulan lalu, Bank of England meluncurkan gugus tugas bersama dengan Departemen Keuangan yang bertujuan mengeksplorasi mata uang digital bank sentral (central bank digital currencies/CBDC).

“Mata uang seperti itu akan hadir berdampingan di antara uang tunai dan deposito bank daripada menggantikannya,” demikian menurut BoE.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN