Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang dirilis kantor berita Uni Emirat Arab (WAM), menunjukkan delegasi Emirat dan Israel menandatangani perjanjian pada Abraham Accords Business Summit pertama di Abu Dhabi pada 19 Oktober 2020, yang turut dihadiri Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin (belakang kedua dari kiri). ( Foto: WAM / AFP )

Foto yang dirilis kantor berita Uni Emirat Arab (WAM), menunjukkan delegasi Emirat dan Israel menandatangani perjanjian pada Abraham Accords Business Summit pertama di Abu Dhabi pada 19 Oktober 2020, yang turut dihadiri Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin (belakang kedua dari kiri). ( Foto: WAM / AFP )

Israel dan UEA Sepakati Aturan Perjalanan Bebas Visa

Rabu, 21 Oktober 2020 | 07:04 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

TEL AVIV, investor.id – Pemerintah Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menandatangani perjanjian pengaturan perjalanan bebas visa pada Senin (19/10) waktu setempat dalam kegiatan "Abraham Accords Business Summit". Kesepakatan luar biasa antara Israel dan negara Arab itu adalah yang pertama kali ditandatangani ketika delegasi resmi UEA resmi mendarat di Tel Aviv.

Israel dan Uni Emirat Arab juga telah menandatangani kesepakatan tentang perlindungan investasi, dan sains dan teknologi, serta penerbangan sipil yang mengesahkan 28 jadwal penerbangan untuk sepekan antara kedua negara.

“Hari ini, kami sedikit banyak membuat sejarah yang akan bertahan dari generasi ke generasi,” ujar Perdana Menteri (PM) Israel Netanyahu dalam pembukaan pertemuan yang berlangsung sehari, seperti dilansir AFP

Sebelumnya, tak lama setelah menyapa rombongan delegasi UEA di bandara Ben Gurion, di dekat Tel Aviv, Netanyahu yang mengenakan masker berjanji bahwa aturan perjalanan bebas visa akan menawarkan dorongan besar untuk bisnis dan pariwisata.

Pemerintah Israel pun memiliki kesepakatan damai dengan negara tetangganya, yakni Mesir dan Yordania. Tetapi otoritas Israel mewajibkan warga dari kedua negara itu untuk mendapatkan visa sebelum memasuki wilayahnya.

Lawatan – yang dielu-elukan sebagai hari yang mulia untuk perdamaian oleh Netanyahu – tersebut dilakukan setelah Pemerintah Israel dan UEA setuju menormalisasi hubungan dalam kesepakatan yang ditandatangani di Gedung Putih pada bulan lalu.

Mengingat kondisi perekonomian kedua negara yang sangat terpukul oleh pandemi virus corona Covid-19, baik UEA dan Israel sama-sama berharap mendapatkan keuntungan yang cepat dari hasil kesepakatan normalisasi. Sebagai informasi, kesepakatan itu disebut-sebut telah mematahkan konsensus bertahun-tahun di mana tidak boleh ada hubungan dengan negara Yahudi sampai terjadi perdamaian dengan Palestina.

Normalisasi hubungan tersebut menjadikan UEA sebagai negara Arab ketiga yang menjalin hubungan dengan Israel, yang kemudian diikuti oleh Bahrain.

Di sisi lain, UEA dan Bahrain telah menuai kritik dari dalam negara Arab dan dunia Muslim atas keputusan mereka untuk menjalin hubungan dengan Israel.

Tetapi kepala delegasi Emirat untuk pertemuan Tel Aviv, Menteri Negara Urusan Keuangan Obaid Al Tayer mengatakan, UEA berkomitmen untuk menjadi pemimpin regional dalam hal reformasi ekonomi, perdagangan internasional, stabilitas politik, dan perdamaian.

Sebagai imbalan atas hubungan formal dengan UEA, Israel setuju membekukan rencana untuk mencaplok wilayah Palestina di Tepi Barat yang diduduki, meskipun Netanyahu menyatakan bahwa pencaplokan masih dalam proses negosiasi.

Perdana menteri sayap kanan itu mengklaim, ada lebih banyak negara Arab yang menginginkan hubungan dengan Israel. Ini disebabkan oleh prioritas regional yang telah bergeser, di mana sekarang peluang ekonomi lebih dihargai di atas resolusi konflik Palestina.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. ( Foto: AFP )
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. ( Foto: AFP )

Peluang Menjanjikan

Sebagai informasi perjanjian Israel dengan UEA dan Bahrain, yang dikenal sebagai Persetujuan Abraham atau "The Abraham Accords", ditengahi oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Bagi beberapa ahli, langkah tersebut dipandang sebagai upaya mengamankan pencapaian kebijakan luar negeri sebelum pemilihan presiden AS yang berlangsung dalam dua pekan.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pun terlihat pergi ke Tel Aviv, Israel bersama dengan delegasi UEA.

Abraham Accords yang ditandatangani oleh UEA dan Israel bertujuan membangun, dan meningkatkan kesepakatan tersebut dengan mengubah lingkungan keamanan regiona,l serta mendorong kemakmuran ekonomi bagi semua negara yang terlibat,” kata Mnuchin pada acara Senin di UEA.

Mnuchin sendiri sebelumnya sempat mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior Emirat tentang peluang kerja sama menjanjikan yang dinantikan kedua negara. Demikian dilaporkan kantor berita resmi WAM.

Sementara itu, Parlemen Israel telah meratifikasi kesepakatan UEA pada pekan lalu. Sedangkan menurut laporan media pemerintah, Uni Emirat Arab dan Bahrain meratifikasi perjanjiannya dengan Israel pada Senin. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN