Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jeff Bezos, pendiri Amazon. ( Foto: Alex Wong / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP ).

Jeff Bezos, pendiri Amazon. ( Foto: Alex Wong / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP ).

Jeff Bezos Mundur dari CEO Amazon

Kamis, 4 Februari 2021 | 05:56 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Pendiri Amazon Jeff Bezos mengatakan pada Selasa (2/2) waktu setempat, dirinya akan mundur dari jabatan chief executive officer (ceo) pada akhir tahun ini. Ia akan mengemban peran baru sebagai ketua dewan eksekutif mulai kuartal III tahun ini.

Bezos menambahkan bahwa jabatan CEO Amazon akan diserahkan kepada Andy Jassy – yang saat ini memimpin Amazon Web Services (AWS).

Dalam surat yang ditujukan kepada karyawan Amazon, Bezos menyampaikan akan tetap terlibat dalam inisiatif penting Amazon, namun bakal berporos ke inisiatif filantropi, termasuk Day One Fund dan Bezos Earth Fund, serta usaha-usaha bisnis lainnya dalam eksplorasi ruang angkasa dan jurnalisme.

“Saya tidak pernah memiliki energi lebih, dan ini bukan tentang pensiun. Saya sangat bersemangat tentang dampak yang menurut saya dapat ditimbulkan oleh organisasi ini,” ujar dia, seperti dikutip AFP.

Kabar rencana mundur Bezos itu muncul bersamaan laporan Amazon yang menyebutkan lonjakan kuartal liburan dengan keuntungan lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 7,2 miliar. Pendapatan perusahaan pun meningkat 44% menjadi US$ 125,6 miliar. Kenaikan ini disebabkan penerapan aturan karantina terkait pandemi virus corona Covid-19, yang mendorong ledakan penjualan daring di seluruh dunia.

Sebagai informasi, Bezos (57 tahun) pertama kali mendirikan Amazon di garasinya pada 1994. Dia kemudian mengembangkan Amazon menjadi raksasa yang mendominasi ritel daring, dengan operasional streaming musik dan televisi, bahan makanan, komputasi awan (cloud computing), robotika, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan banyak lagi.

Amazon adalah perusahaan rintisan (startup) yang sekarang menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia.

Ada pun bisnis lain Bezos, termasuk surat kabar The Washington Post dan perusahaan ruang angkasa swasta, Blue Origin.

Terkait pengganti Bezos, Jassy tercatat bergabung dengan Amazon sebagai manajer pemasaran pada 1997. Kemudian ia pada 2003 mendirikan AWS – sebuah divisi layanan cloud perusahaan yang telah menjadi salah satu unit raksasa teknologi paling menguntungkan, tetapi paling tidak dikenal.

“Dia akan menjadi pemimpin yang luar biasa, dan dia memiliki kepercayaan penuh saya. Saat ini saya melihat Amazon dalam kondisi paling inventifnya, menjadikannya waktu yang optimal untuk transisi ini,” demikian disampaikan Bezos tentang Jassy.

Menurut analis Wedbush, Dan Ives pemberian perintah Amazon kepada Jassy merupakan langkah besar dalam perlombaan senjata awan dengan saingan besarnya, Microsoft.

Ekspansi Besar

Di sisi lain, kepemilikan Bezos di Amazon telah ditandai dengan ekspansi besar-besaran secara global dan lonjakan profitabilitas. Perusahaan ini berbasis di Seattle, Washington, dan sedang mengembangkan kantor pusat keduanya di luar ibu kota Amerika Serikat (AS).

Nilai pasar Amazon diklaim mencapai sekitar US$ 1,69 triliun per Selasa atau meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan satu dekade lalu. Hal ini menjadikan Amazon sebagai salah satu perusahaan paling berharga di dunia. Saham Bezos juga memberinya kekayaan pribadi senilai sekitar US$ 196 miliar, sedikit lebih banyak dari CEO Tesla Elon Musk yang sempat merebut gelar orang terkaya di dunia.

Di samping itu, Amazon telah memimpin bisnis lain dengan jaminan upah minimum US$ 15 per jamdan telah menginvestasikan miliaran dalam mitigasi Covid-19, Namun, Amazon masih terus menghadapi kritik terkait kondisi tempat kerja di divisi operasi gudang.

“Perusahaan yang didirikan Jeff Bezos hampir tiga dekade lalu, masih berada di bawah pengawasan ketat. Para pekerja berbicara, keluar, dan mengatur kondisi kerja yang menyedihkan. Usaha-usaha kecil bersatu untuk menantang praktik anti-persaingan Amazon,” demikian penjelasan Maurice BP-Weeks dari koalisi kelompok aktivis Athena.

Perusahaan tersebut telah mempekerjakan lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, termasuk 800.000 di Amerika Serikat.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN