Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang perawat menunggu orang-orang yang akan diberikan suntikan vaksin Covid-19 buatan Moderna di pusat vaksinasi massal yang baru dibuka di Tokyo, Jepang pada 24 Mei 2021. ( Foto: CARL COURT / POOL / AFP )

Seorang perawat menunggu orang-orang yang akan diberikan suntikan vaksin Covid-19 buatan Moderna di pusat vaksinasi massal yang baru dibuka di Tokyo, Jepang pada 24 Mei 2021. ( Foto: CARL COURT / POOL / AFP )

Jepang Membuka Pusat Vaksinasi Massal Jelang Olimpiade

Selasa, 25 Mei 2021 | 07:00 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

TOKYO, investor.id – Pemerintah Jepang membuka pusat vaksinasi massal pertamanya pada Senin (24/5) dalam upaya mempercepat program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan hati-hati. Program tersebut dibuka hanya dua bulan sampai Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda oleh pandemi.

Dua pusat yang dikelola militer di Tokyo dan Osaka akan membagikan ribuan suntikan setiap hari, awalnya ke penduduk lansia di kota-kota, saat negara itu memerangi gelombang keempat kasus virus.

Sejauh ini hanya 2% dari 125 juta penduduk Jepang yang divaksinasi lengkap, dibandingkan dengan sekitar 40% di Amerika Serikat (AS) dan 15% di Prancis.

Kritik telah meningkat atas peluncuran yang relatif lambat, terhalang oleh aturan medis yang ketat dan birokrasi kompleks. Tetapi orang pertama yang mendapat suntikan di wilayah pusat Tokyo mengatakan mereka bersemangat untuk melanjutkan kehidupan mereka.

"Luar biasa. Saya bisa tenang sekarang. Untuk waktu yang lama, satu setengah tahun, saya merasa agak cemas dan tegang," Hideo Ishikawa (73 tahun) mengatakan dilansir dari AFP, Senin (24/5).

Munemitsu Watanabe (71 tahun) yang bekerja sebagai dosen fakultas teknik juga menyatakan kelegaan, tetapi mengatakan peluncuran vaksin sebenarnya bisa dilakukan lebih cepat.

"Jika mereka melakukannya lebih awal dan memiliki 80% atau 90% orang yang disuntik pada saat Olimpiade, maka pertandingan bisa terselenggara lebih lancar," ujarnya.

Pusat vaksinasi di Tokyo menyasar pemberian hingga 10.000 dosis vaksin per hari. Sedangkan pusat di Osaka akan memberikan hingga 5.000 dosis.

Keduanya menggunakan vaksin Moderna dengan dua kali suntikan, yang telah disetujui untuk digunakan di Jepang pada Jumat (21/5) bersama dengan vaksin AstraZeneca.

Namun vaksin AstraZeneca tidak akan segera digunakan karena kekhawatiran akan kasus pembekuan darah yang sangat langka.

Pemerintah Jepang mulai memberikan vaksin Pfizer pada Februari, diawali dengan pemberian kepada pekerja medis dan kemudian lansia di atas usia 65 tahun. Pemerintah menargetkan penyelesaian inokulasi pada akhir Juli, saat Olimpiade dimulai.

Tetapi para menteri berkeras Olimpiade tidak mengetahui jadwal peluncuran untuk mereka dan belum ada tanggal yang diumumkan untuk kelompok usia lainnya.

Adapun Jepang telah mengalami wabah virus corona yang relatif kecil, dengan sekitar 12.000 kematian secara keseluruhan. Tetapi baru-baru ini lonjakan infeksi telah membuat rumah sakit di bawah tekanan.

Tokyo, Osaka, dan delapan wilayah lainnya berada di bawah status virus yang membatasi aktivitas komersial secara darurat hingga akhir Mei. Laporan mengatakan tindakan tersebut dapat diperpanjang selama tiga minggu lagi.

Opini publik sebagian besar menentang penyelenggaraan Olimpiade musim panas ini, tetapi penyelenggara bersikeras acara tersebut bisa diadakan dengan aman.

Mayoritas atlet dan warga lainnya yang tinggal di kampung atlet Olimpiade akan divaksinasi sebelum mereka masuk ke Jepang, tetapi vaksinasi tidak diperlukan untuk berpartisipasi.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN