Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga saat menyampaikan pidato dalam konferensi pers di Jakarta pada 21 Oktober 2020. ( Foto: Dita ALANGKARA / POOL / AFP )

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga saat menyampaikan pidato dalam konferensi pers di Jakarta pada 21 Oktober 2020. ( Foto: Dita ALANGKARA / POOL / AFP )

Jepang Pinjamkan Rp 7 Triliun untuk Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2020 | 07:17 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga menunjukkan upaya untuk memperkuat hubungan negaranya dengan negara-negara Asean, termasuk Indonesia dan juga Vietnam. Suga mengatakan, pemerintahnya menggulirkan dana segar senilai 50 miliar yen atau setara Rp 7 triliun dalam bentuk pinjaman kepada Indonesia.

Ia mengatakan, Indonesia masih mengalami pandemi Covid-19 dan tetap menghadapi risiko gempa bumi, tsunami, dan tantangan-tantangan lainnya.

“Supaya penanggulangan bencana dapat ditingkatkan untuk melindungi nyawa masyarakat di Indonesia, saya sudah menyampaikan kepada Presiden Jokowi, Jepang bersedia memberikan pinjaman baru sebanyak 50 miliar yen. Oleh karena itu, Jepang dengan segera mengirim bantuan darurat,” paparnya di tengah konferensi pers yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Rabu (21/10).

Pada April lalu pandemi terjadi, Jepang dalam kondisi yang sangat sulit. Ketika Indonesia kembali membuka ekspornya, Jepang menerima ekspor baju pelindung untuk tenaga medis Jepang. Demikian juga Vietnam mengirimkan 1,2 juta lembar masker medis ke negara tersebut.

“Jepang menyediakan alat medis kepada Asean, termasuk Vietnam dan Indonesia, serta membina sumber daya masyarakat (SDM) sebagai operatornya. Melalui bantuan kepada pusat penanganan penyakit infeksi Asean, Jepang tetap mendukung untuk memperkuat fondasi kesehatan dan medis di Asean,” tutur Suga.

Bantuan pemerintah Jepang kali ini juga sebagai balasan bantuan Indonesia, termasuk ketika terjadi gempa bumi besar di Jepang bagian timur pada 11 Maret 2011.

“Rekan-rekan Asean mengulurkan tangan untuk membantu Jepang. Kami tidak pernah, dan tidak akan melupakan hal itu,” ungkap Suga.

Selain kunjungan ke Vietnam yang menjadi Ketua Asean tahun ini, Suga memilih Indonesia yang memiliki jumlah penduduk paling luas dan paling besar di kawasan Asean. Jepang dan Asean berkembang bersama sebagai kawan lama dan sebagai mitra yang setara.

Foto yang dirilis oleh Istana Kepresidenan RI pada 20 Oktober 2020, memperlihatkan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga sedang melakukan pertemuan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Bogor. ( Foto: HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE / AFP )
Foto yang dirilis oleh Istana Kepresidenan RI pada 20 Oktober 2020, memperlihatkan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga sedang melakukan pertemuan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Bogor. ( Foto: HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE / AFP )

Perkuat Kerja Sama

Suga menyampaikan keinginannya untuk menciptakan masa depan kawasan Indo-Pasifik yang damai dan makmur oleh Asean dan Jepang, sekaligus melaksanakan kerja sama yang konkret untuk tujuan tersebut. Ia mengaku, hal tersebut telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

“Kita bisa saling membantu dan memperkuat pertalian, karena Asean dan Jepang memiliki tujuan yang sama, yakni realisasi prinsip dasar seperti supermasi hukum, keterbukaan, dan transparansi di kawasan Indo-Pasifik ini,” ujarnya.

Pemerintah Jepang menggandeng Indonesia untuk bersama-sama menegakkan supremasi hukum di kawasan Indo-Pasifik. Suga juga menekankan penolakan Pemerintah Jepang terhadap gerakan apapun yang meningkatkan ketegangan di kawasan Laut Tiongkok Selatan (LTS), meski tidak menyebutkan secara spesifik pihak yang menyebabkan gangguan tersebut.

“Di Laut Tiongkok Selatan terjadi gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan keinginan (menciptakan kawasan yang tanpa gangguan) tersebut. Maka kami memantaunya dengan prihatin. Jepang menolak semua tindakan dan gerakan yang meningkatkan ketegangan di Laut Tiongkok Selatan,” papar Suga.

Ia menekankan betapa pentingnya semua pihak yang terkait dengan persoalan seputar di LTS untuk berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan konflik secara damai melalui hukum internasional. “Bukan melalui kekuatan dan intimidasi,” tegas Suga.

Kesamaan Pokok

Ia menilai, "Asean Outlook on the Indo-Pacific" yang diprakarsai Indonesia tahun lalu dan konsep kawasan Indo-Pasifik bebas dan terbuka (Free and Open Indo-Pacific/ FOIP) yang dicanangkan oleh Pemerintah Jepang memiliki banyak kesamaan pokok. Dengan demikian, pihaknya mendukung outlook tersebut secara keseluruhan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, emerintah Jepang tetap membantu kegiatan patroli illegal fishing serta pengendaliannya melalui bantuan berupa kapal patroli kepada negara-negara Asean. Khususnya negara-negara yang dikunjungi oleh perdana menteri kali ini.

Dengan mewujudkan keterbukaan yang bebas berdasarkan supremasi hukum di kawasan Indo-Pasifik, sangatlah penting untuk memastikan perdamaian dan kemakmuran kawasan serta seluruh dunia. Ia mengharapkan jangan sampai ada kekerasan atau kekuatan yang dipaksakan terhadap pihak mana pun.

“Itulah yang kami inginkan, misalnya supremasi hukum, kebebasan berlayar, keterbukaan atau transparansi, dan lain sebagainya. Jepang berkolaborasi bersama Indonesia menuju Asean Summit dan pertemuan terkait pada November,” katanya.

Suga secara resmi menjadi perdana menteri baru Jepang pada 16 September lalu, menggantikan perdana menteri Shinzo Abe yang mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Ia diusung oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, memenangkan mayoritas suara dalam pemungutan suara di parlemen Jepang.

Ini merupakan kunjungan bilateral pertama Suga yang secara terbuka memilih Vietnam dan Indonesia sebagai negara pertama dalam perjalanannya ke luar negeri. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN