Menu
Sign in
@ Contact
Search
Cahaya di jendela sebuah gedung apartemen di kota pelabuhan Mariupol dekat Laut Azov yang dikuasai Rusia di tenggara Ukraina pada 28 November 2022. (FOTO: STRINGER / AFP)

Cahaya di jendela sebuah gedung apartemen di kota pelabuhan Mariupol dekat Laut Azov yang dikuasai Rusia di tenggara Ukraina pada 28 November 2022. (FOTO: STRINGER / AFP)

Jerman: Penargetan Rusia Terhadap Energi Ukraina Adalah Kejahatan Perang

Selasa, 29 Nov 2022 | 21:01 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BERLIN, investor.id – Serangan rudal Rusia pada infrastruktur energi di Ukraina merupakan kejahatan perang, kata Menteri Kehakiman Jerman Marco Buschmann pada Selasa (29/11) setelah menjadi tuan rumah pembicaraan dengan rekan-rekannya di kelompok G7.

Kampanye serangan rudal Rusia telah merusak infrastruktur energi Ukraina dan membuat jutaan orang jatuh ke dalam kegelapan, saat negara itu mengalami salju pertama dan angin musim dingin yang dingin.

Penghancuran sistem pemanas dan pasokan listrik menjelang bulan-bulan terdingin tahun ini adalah kejahatan perang yang mengerikan, kata Buschmann, dilansir dari AFP.

“Banyak orang akan menjadi korban musim dingin,” kata Buschmann setelah pertemuan pertama para menteri kehakiman G7, yang dihadiri oleh menteri kehakiman Ukraina dan jaksa penuntut umum.

Advertisement

“Penjahat perang tidak boleh dan tidak boleh dibiarkan merasa aman di mana pun,” tegasnya.

Anggota kelompok demokrasi industri G7 harus bekerja sama lebih baik bersama-sama untuk memerangi kejahatan perang, katanya.

Buschmann menggarisbawahi bahwa dia yakin bahwa pada akhirnya, kasus kejahatan perang akan diadili. “Kita akan melihat kasus kejahatan perang di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) melawan kepemimpinan senior Rusia juga,” ujar Buschmann.

Penyelidik Ukraina telah mendokumentasikan hampir 50.000 kasus kejahatan perang sejak dimulainya serangan Rusia pada 24 Februari, menurut pernyataannya.

Jaksa Agung negara Andriy Kostin mengulangi seruan yang dibuat oleh pejabat Ukraina, terkait pembentukan pengadilan khusus untuk mengadili Rusia atas “kejahatan agresi”.

Kostin menyoroti batasan hukum di ICC, yang membatasinya pada kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan genosida.

“Jika tidak ada agresi, tidak akan ada kejahatan perang lain yang dilakukan,” kata Kostin.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com