Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berpidato dalam upacara untuk mengenang korban pandemi virus corona (Covid-19), di gedung konser Konzerthaus, Berlin, di Jerman, pada 18 April 2021. ( Foto: MICHAEL SOHN / POOL / AFP )

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berpidato dalam upacara untuk mengenang korban pandemi virus corona (Covid-19), di gedung konser Konzerthaus, Berlin, di Jerman, pada 18 April 2021. ( Foto: MICHAEL SOHN / POOL / AFP )

Jerman Segera Ratifikasi Dana Pemulihan Covid

Kamis, 22 April 2021 | 06:38 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BERLIN, investor.id - Mahkamah Konstitusi (MK) MK JJerman pada Rabu (21/4) mementahkan gugatan hukum yang telah membuat negara ekonomi terbesar Eropa tersebut tidak dapat meratifikasi dana pemulihan dari virus corona Uni Eropa (UE) senilai 750 miliar euro (setara US$ 885 miliar).

Keputusan tersebut membuka jalan bagi Pemerintah Jerman untuk menandatangani dana bantuan tersebut. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dijadwalkan menyelesaikan proses ratifikasi resmi Jerman, setelah majelis tinggi dan bawah parlemen menyetujuinya pada akhir Maret.

Tetapi lima orang telah mengajukan gugatan, sehingga pengadilan menangguhkan langkah Steinmeier yang menandatangani kesepakatan tersebut, sampai adanya keputusan terhadap gugatan itu.

Pengadilan menolak langkah darurat untuk menghentikan proses ratifikasi.

"Ringkasan hasil pemeriksaan tidak mendapati adanya kemungkinan besar pelanggaran terhadap Hukum Dasar," kata MK Jerman, yang dikutip AFP.

Pengadilan mengatakan akan terus memeriksa argumen utama dalam gugatan tersebut. Namun, mengingat probabilitas kasus ini untuk berhasil sangat rendah, potensi kerugian yang ditimbulkan jika ratifikasi ditunda akan jauh lebih signifikan daripada membiarkannya terus berlanjut.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik keputusan tersebut. "UE tetap pada jalur pemulihan ekonomi, setelah pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. UE generasi mendatang akan membuka jalan menuju Uni Eropa yang lebih hijau, digital, dan lebih tangguh," kata dia.

Bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Angela Merkel telah membuat rumusan dana bantuan tersebut tahun lalu. Skema itu akhirnya disetujui oleh 27 anggota UE pada Desember 2020, sebagai bagian dari anggaran 1,8 triliun euro hingga 2027.

Langkah bantuan tersebut adalah menawarkan pinjaman dan hibah langsung ke negara-negara UE yang paling terpukul oleh pandemi, seperti Italia. Keputusan ini menghancurkan stereotip lama Jerman sebagai negara hemat, yang sangat menentang untuk mengambil tanggung jawab untuk utang negara lain.

Dengan hanya 17 dari 27 negara yang telah meratifikasi, ketidaksabaran telah meningkat dari negara-negara yang sangat membutuhkan bantuan.

Saat menyuarakan frustrasinya awal pada April, Menteri Ekonomi Prancis Bruno Le Maire mengatakan dirinya telah berjanji kepada warga Prancis bahwa uang Eropa akan tiba pada awal musim panas, pada awal Juli.

"Saya ingin dapat menepati janji itu dan saya ingin Eropa memahami bahwa kami seharusnya tidak menunggu sebelum bisa menghabiskan uang itu," tukasnya.

Adapun negara-negara di seluruh Eropa masih berjuang untuk menghentikan gelombang ketiga pandemi virus corona.

Dengan banyak sektor termasuk pariwisata masih tidak dapat melanjutkan operasi di banyak negara, UE melihat pertumbuhan untuk zona euro mencapai 3,8% tahun ini. Proyeksi tersebut turun dari perkiraan sebelumnya mencapai 4,2% pertumbuhan. (afp/eld)

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN