Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kanselir Jerman, Angela Merkel. ( Foto: MICHELE TANTUSSI / POOL / AFP )

Kanselir Jerman, Angela Merkel. ( Foto: MICHELE TANTUSSI / POOL / AFP )

Jerman-AS Capai Kompromi untuk Pipa Gas Rusia

Jumat, 23 Juli 2021 | 06:06 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BERLIN, investor.id - Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis (22/7) menyambut baik kompromi yang dicapai dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) atas proyek pipa gas Rusia yang kontroversial. Tetapi ia mengatakan perbedaan pandangan tetap ada.

Merkel mengatakan, perjanjian Nord Stream 2 yang mengancam sanksi terhadap Pemerintah Rusia jika menggunakan energi sebagai senjata melawan Ukraina, adalah langkah yang baik.

"Yang menunjukkan kesediaan untuk berkompromi di kedua belah pihak. (Tetapi) perbedaan tetap ada," ujar Merkel, Kamis (22/7), yang dikutip AFP.

Jalur pipa telah lama menjadi masalah antara pemerintah AS dan Jerman, tetapi perjanjian itu diumumkan pada Rabu (21/7) bertujuan untuk mencapai titik temu.

Pipa 10 miliar euro (setara US$ 12 miliar) yang hampir selesai akan menggandakan pasokan gas Rusia ke Jerman, ekonomi terbesar di Eropa.

Pemerintah Jerman berargumen bahwa mereka membutuhkan pengiriman gas tambahan, karena menghapuskan penggunaan energi batu bara dan nuklir secara bertahap.

Namun proyek tersebut ditentang keras oleh Pemerintah AS dan beberapa negara Eropa yang berpendapat bahwa hal itu akan meningkatkan ketergantungan energi pada pengaruh geopolitik pemerintah Rusia.

Pipa tersebut melewati infrastruktur gas Ukraina, menghilangkan negara dari biaya transit yang sangat dibutuhkan. Pemerintah Ukraina khawatir hal ini dapat menghapus pemeriksaan kunci pada potensi agresi Rusia di wilayah tersebut.

Berdasarkan kesepakatan yang disepakati dengan pemerintah AS, Jerman telah berjanji untuk menanggapi Rusia jika kekhawatiran Ukraina terwujud.

Pemerintah Jerman juga mengatakan akan menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Rusia memperpanjang perjanjian transit gas melalui Ukraina yang akan berakhir pada akhir 2024, sekaligus meningkatkan investasi dalam proyek energi hijau di Ukraina.

Berbicara kepada wartawan di Berlin pada Kamis, Merkel mengatakan meskipun sanksi jelas ada di meja pembicaraan apabila pemerintah Rusia menggunakan pipa tersebut untuk keuntungan politik.

"Saya harap kita tidak akan membutuhkannya (sanksi). Pihak Rusia telah mengatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan energi sebagai senjata. Mari kita percayai kata-kata mereka," kata Merkel.

Pemimpin veteran itu juga menekankan pentingnya menjaga saluran komunikasi tetap terbuka dengan pemerintah Rusia, setelah dorongannya untuk pertemuan puncak Uni Eropa (UE) baru-baru ini dengan Rusia gagal.

Bahkan di saat rumit dan situasi sulit, tambah dia, pihaknya harus terus berbicara dan mencoba mencari solusi.

Mengancam Keamanan

Pejabat AS Victoria Nuland mengatakan itu adalah pipa yang buruk, tetapi mengatakan kesepakatan itu mempertimbangkan sanksi terhadap pemerintah Rusia jika mencoba memeras Ukraina.

Pemerintah Ukraina mengatakan, pipa Nord Stream 2 sepanjang 1.230 kilometer (km) yang hampir rampung di bawah Laut Baltik mengancam keamanannya.

Negara itu telah memerangi separatis yang didukung pemerintah Rusia di wilayah timur sejak 2014. Rusia juga mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014. Otoritas Ukraina khawatir akan invasi Rusia mencapai skala penuh setelah Nord Stream 2 beroperasi penuh.

Ukraina juga akan kehilangan sekitar US$ 3bn setahun dalam biaya transit gas. Pemerintah Polandia juga menentang pembangunan pipa, yang membentang dari Vyborg, Rusia di bawah Laut Baltik ke Lubmin, Jerman. Pihaknya mengatakan, proyek tersebut mengancam keamanan Eropa tengah dan timur.

Pemerintah Rusia menyangkal hal ini dan menggambarkan proyek tersebut sebagai proyek yang bermanfaat secara komersial bagi semua yang terlibat.

Di bawah ketentuan kesepakatan AS-Jerman, pemerintah Ukraina akan mendapatkan kredit teknologi energi hijau senilai US$ 50 juta dan jaminan pembayaran kembali biaya transit gas yang akan hilang dengan dilewati oleh pipa hingga 2024, menurut Associated Press.

Pada Mei, pemerintahan Presiden AS Joe Biden melepaskan sanksi terhadap perusahaan yang membangun jaringan pipa, meskipun ada tentangan kuat dari anggota parlemen Partai Republik.

Gedung Putih menentang pipa itu, tetapi para analis mengatakan enggan mengambil risiko keretakan transatlantik dengan Jerman pada saat dia berusaha menjangkau sekutu Eropa.

Seperti kembarannya Nord Stream yang sudah beroperasi, pipa baru akan memiliki kapasitas 55 miliar meter kubik gas per tahun ke Eropa.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN