Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor pusat JPMorgan Chase & Co. World di New York City, Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP / Johannes EISELE)

Kantor pusat JPMorgan Chase & Co. World di New York City, Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP / Johannes EISELE)

JPMorgan akan Lanjutkan Pemberian Donasi Politik, Kecuali...

Senin, 7 Juni 2021 | 05:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SAN FRANCISCO, investor.id – JPMorgan Chase menyampaikan akan kembali memberi sumbangan kepada para politisi Amerika – kecuali bagi mereka yang telah memberikan suara menentang pengesahan Joe Biden sebagai presiden pada Januari.

Bank terbesar di Amerika dalam hal aset itu telah menghentikan pemberian sumbangan kepada para politisi dari salah satu pihak, menyusul insiden serangan disertai kekerasan di Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) oleh pendukung Donald Trump pada 6 Januari.

“Ini adalah momen unik dan bersejarah ketika kami percaya negara membutuhkan pejabat terpilih kami untuk mengesampingkan perbedaan yang dipegang teguh dan menunjukkan persatuan,” demikian isi pernyataan komite aksi politik bank dalam memo yang dikirim kepada karyawan pada Jumat (4/6), yang diperoleh AFP.

Komite yang dibiayai karyawan tersebut menambahkan, bahwa “ada segelintir anggota Kongres yang mungkin telah kami berikan (donasi) tahun ini, memilih menentang penghitungan suara elektoral yang dinyatakan dan diserahkan ke Kongres” tidak akan menerima sumbangan lebih lanjut selama siklus yang berakhir pada November – saat pemilihan umum (pemilu) sela pada 2022.

Beberapa perusahaan lain dan pemimpin bisnis pun ikut mengecam kekerasan yang terjadi di Gedung Capitol, sekaligus menangguhkan sumbangan.

Baru-baru ini, beberapa kelompok bisnis besar dan kecil telah menentang rencana perubahan dalam undang-undang pemilu oleh Texas dan negara bagian lain, yang seolah-olah bertujuan membuat pemilu lebih aman. Padahal, dasarnya berniat membatasi pilihan pemilih untuk memberikan suara.

Komite JPMorgan juga memiliki rencana untuk memberikan (donasi) kepada penerima yang lebih luas, mendukung politisi yang berusaha mempersempit perbedaan ras, ekonomi dan pendidikan serta untuk mengatasi keharusan moral dan ekonomi lainnya yang juga penting secara komersial bagi pebisnis seperti kami.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN