Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masyarakat sedang berjalan-jalan di taman terbuka di bawah langit biru Beijing pada 16 Maret 2021, sehari setelah ibu kota Tiongkok itu diselimuti kabut kuning tebal akibat badai pasir terburuk dalam satu dekade. ( Foto: Wang Zhao / AFP )

Masyarakat sedang berjalan-jalan di taman terbuka di bawah langit biru Beijing pada 16 Maret 2021, sehari setelah ibu kota Tiongkok itu diselimuti kabut kuning tebal akibat badai pasir terburuk dalam satu dekade. ( Foto: Wang Zhao / AFP )

Jutaan Turis Tiongkok Marakkan Wisata Dalam Negeri

Rabu, 5 Mei 2021 | 06:54 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Jutaan wisatawan Tiongkok berbondong-bondong menikmati tempat-tempat wisata domestik selama libur panjang 1 Mei 2021. Seiring meredanya kekhawatiran terhadap virus Covid-19.

Lorong-lorong bersejarah di ibukota Beijing dipadati pengunjung yang menenteng kamera pada Selasa (4/5). Sepasang pengantin wanita berpakaian merah menjadikan Kota Terlarang sebagai latar belakang foto pernikahan mereka.

Penduduk dari luar kota juga menyemuti tujuan-tujuan wisata populer di Shanghai selama akhir pekan lalu. Banyak yang sambil menyeret koper-kopernya dan mengambil swafoto di atas cakrawala kota.

Di Wuhan, tempat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada akhir 2019, ribuan orang yang tidak menggunakan masker bersorak dan menari bersebelahan di Festival Musik Strawberry di luar ruangan.

Pemerintah Tiongkok sebagian besar telah mengendalikan virus dengan penguncian yang ketat dan kontrol perbatasan sejak pertengahan 2020. Hanya 17 kasus di antara wisatawan yang dikarantina dilaporkan di negara itu pada Selasa.

Perekonomian Tiongkok mencatat kenaikan produk domestik bruto (PDB) yang meningkat tajam sebesar 18,3% pada kuartal I-2021. Aktivitas sehari-hari di sebagian besar wilayah telah kembali normal selain dari wabah keci sesekali, bahkan ketika gelombang baru infeksi yang menghancurkan membanjiri negara tetangga India.

Pembatasan penerbangan ke luar negeri, ditambah persyaratan karantina bagi siapa pun yang memasuki negara itu, berarti hari libur asing hampir seluruhnya tidak dimungkinkan.

Liburan selama lima hari, yang berakhir Rabu (5/5), sangat kontras dengan ketakutan dan keheningan di kota-kota Tiongkok awal tahun lalu. Saat itu, jutaan orang diminta untuk tinggal di rumah selama penguncian Covid-19 pertama di dunia.

Platform pemesanan perjalanan Ctrip memperkirakan hingga 200 juta orang untuk melakukan perjalanan di seluruh Tiongkok selama periode lima hari tersebut. Ditandai pemesanan hotel naik lebih dari 40% dibandingkan sebelum pandemi.

Permintaan terpendam, termasuk dari wisatawan yang membatalkan rencana setelah beberapa wabah kecil selama periode Tahun Baru di Februari, telah mendorong harga penerbangan di atas harga 2019, menurut perusahaan.

Tetapi pihak berwenang Tiongkok tetap waspada terhadap penyebaran virus. Pihaknya mendesak penglola tempat-tempat wisata untuk membatasi jumlah pengunjung dan mengharuskan wisatawan untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum memasuki tempat wisata populer.

Zhang, warga dari kota Shijiazhuang di Provinsi Hebei yang mengunjungi Beijing bersama keluarganya, mengatakan dirinya telah menunggu untuk melihat arsitektur bersejarah dan monumen di ibu kota.

"Virusnya sudah terkontrol dengan baik dan sekarang vaksinnya sudah keluar, jadi saya merasa relatif aman," katanya kepada AFP.

Seorang siswa sekolah menengah dari pinggiran Beijing Zhao Mengyu melakukan perjalanan sehari, ke tempat belanja Nanluoguxiang.

"Saya pikir kami penduduk setempat merasa sangat beruntung. Jika kita berada di luar negeri, kita mungkin tidak bisa keluar kita tidak akan merasa bebas dan itu juga akan cukup berbahaya," jelasnya kepada AFP.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN