Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di Bandara John F. Kennedy (JFK), New York, Amerika Serikat (AS) menjelang libur akhir pekan memperingati Hari Pahlawan (Memorial Day) pada 28 Mei 2021. ( Foto: ANGELA WEISS / AFP )

Suasana di Bandara John F. Kennedy (JFK), New York, Amerika Serikat (AS) menjelang libur akhir pekan memperingati Hari Pahlawan (Memorial Day) pada 28 Mei 2021. ( Foto: ANGELA WEISS / AFP )

Kadin AS Mendesak Biden Cabut Larangan Masuk dari Eropa

Senin, 28 Juni 2021 | 05:47 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id - Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) dan kalangan diplomat mendesak pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mencabut larangan masuk bagi warga Eropa. Terutama karena arus masuk investasi dari Eropa ke AS merosot hampir 33% tahun lalu.

Dunia usaha terkait mendesak Pemerintah AS melakukan asas resiprokal. Karena negara-negara di Uni Eropa (UE) sudah membuka kembali perbatasannya bagi warga AS yang sudah divaksinasi lengkap atau hasil tes Covid-19-nya negatif.

Kamar Dagang AS pada Jumat (25/6) waktu setempat mendesak pemerintah untuk secepatnya mengizinkan para pelancong Eropa dapat masuk lagi ke AS.

“Pelaksanaan kembali perjalanan transatlantik yang aman sangat penting bagi pemulihan ekonomi negara kita, karena pertemuan-pertemuan bisnis secara langsung maupun pariwisata internasional akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi warga Amerika di seluruh negeri,” ujar Marjorie Chorlins, wakil presiden senior Kamar Dagang AS Urusan Eropa, yang dikutip AFP.

Pemerintah AS sejak Maret 2020 melarang masuk para pelancaong dari kawasan Schengen, Inggris dan Irlandia. Larangan sama juga diberlakukan terhadap pelancong dari Afrika Selatan, Brasil, Tiongkok, India, dan Iran.

Duta Besar (Dubes) UE untuk AS Stavros Lambrinidis mengatakan kepada AFP, pihaknya mendorong adanya resiprokal dari AS. Dengan menekankan dampak positif dari langkah tersebut bagi kedua pihak secara ekonomi.

“Perekonomian dan masyarakat kita sudah sangat saling terkoneksi. Tingkat vaksinasi di kami adalah yang tertinggi dunia sehingga akan sangat penting untuk secara aman membuka sisi Atlantik di sini juga, supaya perekonomian kita maju lagi,” turut Lambrinidis.

Investasi Dipertaruhkan

Saat Biden melawat ke Eropa pekan sebelumnya, UE menekankan hubungan bilateral ekonomi dengan AS adalah yang terbesar di dunia. Kedua pihak menyumbang 42% PDB global serta arus barang dan jasa dunia.

Di luar itu, investasi yang sangat besar yang menjadi taruhannya.

“Arus investasi kedua arah sangat kecil dibandingkan perdagangan padahal itu adalah tulang punggung riil ekonomi transatlantik. Investasi kedua arah sudah sangat mendasar bagi penciptaan lapangan kerja dan kemakmuran AS serta Eropa,” bunyi laporan bersama 2021 dari Kamar Dagang AS, Kamar Dagang UE untuk AS, Universitas Johns Hopkins, dan lembaga kajian Wilson Center.

Selama tiga kuartal pertama 2020, Eropa disebutkan menyumbang lebih dari 60% aliran penanaman modal asing ke AS. Tapi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, investasi dari Eropa itu merosot tajam. Yakni menjadi US$ 81 miliar pada 2020 dibandingkan US$ 120 miliar pada 2019. Yang berarti kemerosotannya mencapai 32,5%.

Saat berkunjung ke Prancis pada Jumat pekan lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken menyuarakan harapan agar warga Eropa bisa segera dapat berkunjung lagi ke AS.

“Saya berharap ini segera terwujud. Kami juga sangat menginginkannya. Saya berharap ini tercapai dalam hitungan pekan, bukan bulan,” ujar Blinken, pada sebuah forum daring dan dalam bahasa Prancis yang fasih.

Aman

Tapi ia menunjuk pada lonjakan kasus terkait varian Delta. Yang pertama kali terdeteksi di India dan sekarang sudah mencemaskan negara-negara Barat.

Lambrinidis mengakui adanya kekhawatiran tersebut. Tapi ia menekankan bahwa orang-orang yang sudah divaksinasi lengkap sudah terlindung dengan sangat baik dari varian tersebut. Alih-alih menutup perbatasan, ujar dia, ia menganjurkan percepatan vaksinasi, penegakan pemakaian masker, dan jaga jarak sosial.

Dari sisi itu, kalangan maskapai penerbangan menyatakan bahwa armadanya aman. Perwakilan United Airlines mengatakan, sejumlah hasil studi sudah memberikan validasi bahwa perjalanan udara mengandung risiko penularan yang rendah.

“Seiring vaksin sudah tersedia lebih luas, sekarang saatnya untuk menerapkan strategi pembukaan kembali demi kemaslahatan ekonomi dan perjalanan publik,” kata dia.

United baru-baru ini sudah mengoperasikan kembali penerbangan ke tujuan-tujuan di Prancis, Italia, Yunani, Kroasia, Islandia, dan Portugal.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN