Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisatawan sedang mandi di bawah pancuran  saat matahari terbenam di pantai Radhima, dekat Vlora, pada 26 Juni 2021. Gelombang panas melanda Albania, dengan suhu mencapai puncaknya 42 derajat Celcius. ( Foto: GENT SHKULLAKU / AFP )

Wisatawan sedang mandi di bawah pancuran saat matahari terbenam di pantai Radhima, dekat Vlora, pada 26 Juni 2021. Gelombang panas melanda Albania, dengan suhu mencapai puncaknya 42 derajat Celcius. ( Foto: GENT SHKULLAKU / AFP )

Kanada dan AS Disengat Suhu 40 Derajat Celsius Lebih

Selasa, 29 Juni 2021 | 07:00 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

OTTAWA, investor.id – Sebagian besar wilayah di Amerika Serikat (AS) dan Kanada mencatatkan rekor tertinggi gelombang panas pada Minggu (27/6) waktu setempat. Sekolah-sekolah dan tempat-tempat pengujian Covid-19 terpaksa ditutup. Perlombaan atletik kualifikasi Olimpiade pun harus ditunda. Para prakirawan cuaca mengingatkan, situasi yang lebih buruk masih akan datang.

Lembaga Environment Canada melaporkan, Desa Lytton di British Columbia telah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan suhu mencapai 46,6 derajat Celcius (116 Fahrenheit).

Sementara itu di Eugene, Oregon, AS catatan suhu mencapai 43,3 derajat Celcius (110 derajat Fahrenheit). Hal ini memaksa panitia penyelenggara menunda hari terakhir pelaksanaan uji coba lintasan dan lapangan Olimpiade AS. Serta memindahkan perlombaan dari siang ke malam hari.

Perubahan iklim membuat pencatatan suhu udara menjadi lebih sering dilakukan. Secara global, pada dekade ini hingga 2019 tercatat sebagai yang paling panas. Dan lima tahun paling panas semuanya terjadi dalam lima tahun terakhir.

Sementara di Seattle, negara bagian Washington, suhu udara mencapai 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit). Rekor ini mengejutkan para penduduk, karena tidak terbiasa dengan iklim seperti itu.

“Biasanya, kisaran 60 derajat, 70 derajat Fahrenheit adalah hari yang menyenangkan bagi semua orang untuk berada di luar dengan memakai celana pedek dan kaus T-shirt. Tapi kali ini sepertinya konyol. Saya merasa seperti berada di gurun atau semacamnya,” ungkap salah satu warga kepada AFP.

Sedangkan warga lain mengatakan, cuacanya sangat terik sehingga hanya diam berdiri saja sudah sangat sulit bernapas saking panasnya.

Doug Farr, sebagai pengelola Pasar Petani Ballard mingguan di kota itu, mengatakan bahwa lokasinya harus ditutup pada Minggu pagi karena cuaca yang demikian panas. Padahal pasar ini hanya tutup ketika ada salju. “Saya rasa ini pertama kalinya kami tutup lebih awal karena panas,” ujar dia.

Sementara itu, Layanan Cuaca Nasional AS atau National Weather Service (NWS) melaporkan kota terbesar di Oregon, yakni Portland mencatatkan suhu 44,4 derajat Celcius (112 derajat Fahrenheit) pada Minggu, sekaligus memecahkan rekor yang dicapai oleh kota itu sehari sebelumnya.

Di seberang perbatasan di Kanada, toko-toko dilaporkan menjual pendingin udara (AC) dan kipas angin portabel. Sementara itu, kota-kota lain membuka pusat pendingin darurat serta tampak pekerja sosialisasi membagikan botol air dan topi.

Beberapa klinik vaksinasi Covid-19 pun terpaksa membatalkan sementara kegiatannya, dan sekolah-sekolah mengumumkan penutupan pada Senin (28/6).

Ekstrem dan Berkepanjangan

Di seluruh British Columbia, suhu tertinggi baru yang tercatat mencapai lebih dari 40 derajat selama akhir pekan. Ini termasuk di kota resor ski Whistler. Menurut para prakirawan cuaca, akan datang lagi hari-hari yang lebih panas.

“Gelombang panas yang berkepanjangan, berbahaya, dan bersejarah akan bertahan hingga pekan ini,” demikian laporan Environment Canada, yang memperkirakan suhu mendekati 40 derajat Celcius di beberapa wilayah.

Environment Canada juga sudah mengeluarkan peringatan untuk British Columbia, Alberta, dan sebagian Saskatchewan, Yukon, dan Wilayah Barat Laut (Northwest Territories).

NWS pun mengeluarkan peringatan serupa. Suhu udara yang panas dituding menyebabkan daerah bertekanan tinggi menjebak udara hangat di wilayah tersebut.

NWS sebelumnya mengatakan, bahwa kondisi itu kemungkinan akan menjadi salah satu gelombang panas paling ekstrem dan berkepanjangan dalam sejarah yang tercatat di Inland Northwest.

Nick Bond, seorang ilmuwan atmosfer di University of Washington, menuturkan peristiwa cuaca aneh ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh perubahan iklim, tetapi memang diperparah olehnya.

“Perubahan iklim adalah faktor di sini, tetapi jelas merupakan faktor sekunder. Hal utama yang terjadi adalah pola cuaca yang sangat tidak biasa ini. Tetapi dikatakan bahwa perubahan iklim itu nyata, suhu kita telah menghangat di sini, terutama suhu malam hari di musim panas, dan itu baru saja menaikkan garis dasar dan membuat peristiwa panas ini jauh lebih parah,” demikian penjelasan Bond.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN