Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez. ( Foto: JOSE MARIA CUADRADO JIMENEZ / LA MONCLOA / AFP )

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez. ( Foto: JOSE MARIA CUADRADO JIMENEZ / LA MONCLOA / AFP )

Karantina Sebagian Diberlakukan di Madrid

Selasa, 22 September 2020 | 07:14 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id) ,Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MADRID, investor.id - Satu juta orang di Madrid dan sekitarnya pada Senin (21/9) berada di bawah karantina baru untuk menahan lonjakan kasus baru virus corona Covid-19.

Pembatasan di Madrid akan berlangsung selama dua minggu. Langkah ini mempengaruhi orang-orang yang sebagian besar tinggal di lingkungan padat penduduk dan berpenghasilan rendah. Warga hanya akan diizinkan untuk bepergian karena alasan penting, seperti pekerjaan, perawatan medis, atau mengantar anak ke sekolah.

Mobil polisi menghentikan kendaraan secara acak di jalan utama di Puente de Vallecas, lingkungan kelas pekerja di selatan Madrid, untuk memeriksa apakah orang memiliki alasan yang sah untuk meninggalkan daerah ibu kota tersebut.

Sebagian besar warga menerima tindakan tersebut, tetapi beberapa orang mengeluhkan pembatasan tidak diberlakukan di seluruh wilayah yang terkena dampak.

"Anda tidak dapat menutup satu bagian lingkungan dan satu bagian lagi tidak ditutup, satu jalan ya, dan satu jalan tidak. Jadi, antara Anda menutup semuanya, yang akan menjadi bencana, atau Anda tidak menutup sama sekali," kata Alejandro Campos (30 tahun) yang bekerja sebagai agen perjalanan, kepada AFP.

Namun Gustavo Ojeda (56 tahun) mengatakan, sesuatu harus dilakukan karena kenaikan jumlah kasus baru.

Pihak berwenang di Spanyol, di antara negara-negara yang paling parah terkena dampak di dunia, bersikeras langkah tersebut diperlukan karena kasus virus di distrik tersebut jauh lebih tinggi daripada rata-rata nasional.

Gubernur Madrid Isabel Diaz Ayuso, usai bertemu Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez mengatakan, pemerintahannya memerintahkan pembatasan pergerakan di daerah yang dihuni sekitar 850.000 jiwa. Keputusan ini memicu protes dan keluhan diskriminasi.

Pemerintah Madrid mengungkapkan, wilayah-wilayah terdampak dipilih karena tingkat penularannya telah melebihi 1.000 per 100.000 penduduk. Tapi sebagian warga mengeluhkan kebijakan-kebijakan yang diterapkan. Seperti warga masih boleh bekerja atau ke sekolah, tapi sistem transportasinya tetap berjubel penumpang.

“Ini menyedihkan dan buruk, karena ini sama saja diskriminasi. Mereka seharusnya mengatur metro karena kami menumpuk seperti sarden,” ujar Marina, ibu rumah tangga yang tinggal di Vallecas, kepada Reuters.

Pemerintah Madrid meminta bantuan tentara untuk memerangi lonjakan kasus baru Covid-19. Pada gelombang pertama penularan Covid-19 di Maret-April 2020, Spanyol mengerahkan ribuan tentara untuk membantu penanggulangan wabah ini.

Saat ini, tingkat infeksi kembali melonjak dan mencapai 10.000 per hari. Sehingga total kasus di Spanyol menembus 640.000 atau yang tertinggi di Eropa Barat.

“Kami membutuhkan bantuan dari angkatan bersenjata untuk disinfeksi dan memperkuat kepolisian lokal serta penegakan hukum,” ujar Ayuso.

Ia juga meminta dibangun kembali rumah-rumah sakit darurat yang baru tiga bulan dibongkar, setelah Spanyol keluar dari masa karantina karena berhasil mengurangi tingkat infeksi Covid-19.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN