Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Kekhawatiran akan Korona Meluas, Indeks Wall Street Terkoreksi

Frans S Imung, Jumat, 14 Februari 2020 | 10:10 WIB

JAKARTA, investor.id - Wabah virus corona yang melanda dunia kian menimbulkan kekhawatiran dunia. Pasien baru yang didiagnosis virus semakin bertambah. Di tiongkok, kasus virus korona meningkat 45% menjadi hampir 50 ribu. Hal ini kontras dengan pernyataan sebelumnya bahwa makin terkendali.

Tencent melansir, tren kenaikan dampak korona mengacu pada pernyataan Komisi Kesehatan Nasional Hubei yang mulai memasukkan kasus yang telah dikonfirmasi oleh diagnosis klinis. Data tersebut mengacu pada penggunaan pemindaian CT Scan untuk mendiagnosis pasien. Sebelumnya pasien hanya diuji dengan menggunakan asam nukleat. Akibatnya, banyak pasien dengan gejala pneumonia yang ditemukan oleh CT Scan, tidak dapat ditemukan oleh tes asam nukleat.

Akibat kekhawatiran yang meluas, indeks Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menjauhi rekor tertinggi yang pernah dicapai. Hal ini terjadi karena investor mengukur dampak virus korona pada laba perusahaan tercatat di AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,11 poin atau 0,43% menuju titik 29.423,31. Indeks S&P 500 turun 5,51 poin atau 0,16% menjadi 3.373,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq melemah 13,99 poin atau 0,14% menuju di 9.711,97 poin.

Saham-saham teknologi memimpin pelemahan ketiga indeks utama AS, dengan blue-chips Dow menderita persentase kerugian terbesar. Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, tujuh ditutup di zona merah, dipimpin oleh sektor industri. Sektor utilitas dan kebutuhan pokok konsumen defensif, menikmati persentase kenaikan terbesar.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN