Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masyarakat ikut ambil bagian dalam pawai anti-vaksin Covid-19 di Bogota, Kolombia, pada 18 September 2021. ( Foto: JUAN BARRETO / AFP )

Masyarakat ikut ambil bagian dalam pawai anti-vaksin Covid-19 di Bogota, Kolombia, pada 18 September 2021. ( Foto: JUAN BARRETO / AFP )

Kelompok Anti-Vaksin: Booster Membuktikan Vaksin Tidak Efektif

Rabu, 29 September 2021 | 06:05 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Hasil survei Kaiser Family Foundation yang dirilis pada Selasa (28/9) menunjukkan belum ada perubahan sikap dalam masyarakat Amerika Serikat (AS) yang terbelah antara kelompok penerima vaksin Covid-19 dengan kelompok penolak vaksin.

Fakta di lapangan mengungkap, 78% responden yang telah divaksinasi mengatakan bahwa kehadiran dosis vaksin ketiga atau booster yang disetujui oleh regulator AS pada pekan lalu menunjukkan jika para ilmuwan berupaya membuat vaksin lebih efektif.

Sementara itu sebanyak 71% responden yang menolak vaksin menyatakan, bahwa kehadiran booster membuktikan vaksin Covid-19 tidak efektif. Sedangkan hampir 80% responden yang divaksinasi melihat keberadaan vaksin booster sebagai sebuah pertanda baik.

“Kami sudah melihat dengan pasti bahwa (kelompok) yang divaksinasi, dan yang tidak divaksinasi memandang pandemi dengan sangat berbeda. Ini tidak terlalu mengejutkan bagi saya jika mereka memandang percakapan seputar vaksin booster secara berbeda. Mereka yang masih belum menerima vaksin, termasuk di antara yang paling kuat bertahan,” ujar Liz Hamel, direktur opini publik dan penelitian survei Kaiser Family Foundation, yang dikutip CNBC.

Dia menambahkan, kelompok anti-vaksin memiliki kecenderungan lebih percaya bahwa tingkat keparahan pandemi telah dibesar-besarkan, tidak terlalu khawatir jika sakit, juga memiliki pandangan berbeda tentang keamanan dan kemanjurannya vaksin – dibandingkan dengan kelompok yang divaksinasi.

Survei Kaiser tersebut dilakukan mulai 13 September hingga 22 September kepada 1.519 orang dewasa yang dipilih secara acak, setelah pemerintahan Presiden Joe Biden mengumumkan rencana untuk meluncurkan vaksin booster bagi semua warna Amerika. Tetapi sebelum para ejabat kesehatan federal merekomendasikan booster untuk kelompok usia 65 tahun ke atas dan kelompok yang memiliki risiko tinggi saat sakit.

Perpecahan dalam sikap terhadap vaksin yang lebih luas mengarah menjadi pendukung kuat secara besar-besaran. Data survei menunjukkan, 90% responden Demokrat mengatakan telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin dibandingkan 58% responden dari Partai Republik.

Menurut Hamel, pembagian berdasarkan identitas politik itu tetap stabil di kisaran 30 poin persentase, sejak vaksin tersedia secara luas di musim semi. Bahkan ketika kesenjangan lain di sepanjang garis ras dan etnis telah menyempit.

Peningkatan Vaksinasi

Survei Kaiser Family Foundation juga menemukan bahwa lonjakan kasus Covid, rawat inap, dan kematian karena varian Delta menjadi motivator utama dari peningkatan vaksinasi baru-baru ini. Kenaikan tertinggi dalam tingkat vaksinasi terjadi antara Juli dan September di antara kelompok dewasa Hispanik dan yang berusia 18 hingga 29 tahun.

Sementara itu pada kelompok orang dewasa kulit putih, hitam dan hispanik yang telah divaksinasi masing-masing sebesar 71%, 70%, dan 73% setidaknya sudah mendapat satu dosis vaksin.

Catatan Hamel yang menyebutkan analisis Kaiser terpisah dari data negara yang diterbitkan pekan lalu, menemukan bahwa warga negara Amerika kulit hitam dan Hispanik masih lebih kecil kemungkinannya daripada orang kulit putih Amerika untuk menerima vaksin. Namun perbedaan antar kelompok ini menyempit dari waktu ke waktu.

Sebagian besar orang dewasa yang divaksinasi lengkap secara keseluruhan mengatakan pasti atau mungkin mendapatkan booster jika direkomendasikan kepada mereka oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA).

Di sisi lain, dikatakan oleh survei Kaiser bahwa ada satu hal yang disetujui oleh warga Amerika dalam kelompok yang divaksinasi dan anti-vaksin, yakni Covid tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Sekitar delapan dari sepuluh responden, termasuk sebagian besar orang dewasa yang divaksinasi dan anti-vaksin berharap bahwa Covid akan berlanjut pada tingkat yang lebih rendah dan menjadi sesuatu yang akan dipelajari dan dikelola oleh AS dengan perawatan medis dan vaksin, seperti flu musiman. Hanya 14% yang berpikir bahwa Covid sebagian besar akan hilang, seperti polio.

FDA sendiri telah mengizinkan vaksin booster Covid dari Pfizer dan BioNTech bagi kelompok usia 65 tahun ke atas bersama dengan warga Amerika yang rentan lainnya pada Rabu (22/9).

Direktur CDC, Dr. Rochelle Walensky pada Jumat (24/9), mengesahkan distribusi booster bagi yang berada di lingkungan kerja dan institusional yang berisiko tinggi. Langkah ini mengesampingkan keputusan panel penasihat yang telah memberikan suara menentang proposal itu.

Dia juga menyetujui tiga rekomendasi lain dari kelompok yang membuka jalan untuk mendistribusikan booster kepada kelompok berusia di atas 65 tahun, kelompok rentan lainnya, dan beragam pekerja AS — dari karyawan rumah sakit hingga kasir toko bahan makanan.

Presiden Joe Biden sendiri telah mendapat suntikan booster pada Senin (27/9), mengingat usianya yang sudah 78 tahun sehingga memenuhi syarat untuk menerima dosis tambahan di bawah panduan terbaru CDC.

Booster itu penting, tetapi hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah membuat lebih banyak orang divaksinasi,” kata Biden menjelang divaksin.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN