Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri perusahaan es krim Ben & Jerrys, Ben Cohen (kiri) dan Jerry Greenfield (kanan). ( Foto: ADE JOHNSON / AFP / Getty Images )

Pendiri perusahaan es krim Ben & Jerrys, Ben Cohen (kiri) dan Jerry Greenfield (kanan). ( Foto: ADE JOHNSON / AFP / Getty Images )

Kelompok Super Kaya Global Minta Dikenai Pajak Virus Corona

Selasa, 14 Juli 2020 | 07:55 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Lebih dari 80 jutawan mendesak supaya pemerintah di seluruh dunia memajaki mereka dan sesama orang-orang super kaya lainnya untuk membantu mendanai pemulihan global dari wabah virus corona Covid-19.

Dalam surat terbuka, kelompok yang menyebut dirinya sebagai “Jutawan untuk Kemanusiaan” atau Millionaires for Humanity mengatakan bahwa mereka harus dikenakan pajak yang lebih tinggi, dengan segera, secara substansial, dan permanen.

“Ketika Covid-19 menyerang dunia, para jutawan seperti kami memiliki peran penting dalam menyembuhkan dunia kita. Tidak, kami bukan yang merawat orang sakit di bangsal perawatan intensif. Kami tidak mengemudikan mobil-mobil ambulans yang akan membawa orang-orang sakit ke rumah sakit. Kami tidak memperbaiki rak-rak toko kelontong atau mengantarkan makanan dari pintu ke pintu. Tetapi kami punya uang, banyak. Uang yang sangat dibutuhkan sekarang dan akan terus dibutuhkan di tahun-tahun mendatang, ketika dunia kita pulih dari krisis ini,” demikian isi surat yang dilansir AFP, Senin (13/7).

Ada pun pihak-pihak yang turut menandatangani surat terbuka itu, termasuk Jerry Greenfield, pendiri es krim Ben and Jerry; penulis skenario Richard Curtis; dan pembuat film Abigail Disney.

Pengusaha asal Amerika Serikat (AS) Sidney Topol, dan pendiri pengecer The Warehouse Group Stephen Tindall dari Selandia Baru juga ikut menandatanganinya.

Surat itu diterbitkan sebelum para menteri keuangan (menkeu) kelompok G-20 menggelar pertemuan yang akan datang.

Menurut laporan, ketika negara-negara saling berebut memberikan respons terhadap dampak ekonomi dari pandemi global, beberapa di antaranya bahkan telah membahas pemberlakuan pajak yang lebih tinggi.

Lembaga riset di Inggris, Institute of Fiscal Studies menyampaikan bahwa pengenaan pajak yang lebih tinggi tidak dapat dihindari bagi banyak orang, bukan hanya untuk kaum super kaya saja.

Pada awal bulan ini, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengindikasikan bahwa pemerintahannya dapat memberlakukan pajak yang lebih tinggi. Pemerintah Rusia juga akan menargetkan orang-orang yang berpenghasilnan lebih tinggi.

Sedangkan Pemerintah Arab Saudi telah menaikan pajak penjualan untuk mengimbangi dampak virus dan penurunan harga minyak.

Surat dari “Jutawan untuk Kemanusiaan” itu merupakan bentuk kolaborasi antara kelompok-kelompok termasuk Oxfam, Tax Justice Inggris, dan Patriotic Millionaires yang terdiri atas individu-individu AS yang memiliki nilai kekayaan yang tinggi. (afp)


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN