Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 9 April 2020, menunjukkan petugas medis sedang memindahkan pasien meninggal dunia ke dalam ke truk berpendingin yang difungsikan sebagai kamar jenazah di Brooklyn Hospital Center, di New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: ANGELA WEISS / AFP )

Foto yang diambil pada 9 April 2020, menunjukkan petugas medis sedang memindahkan pasien meninggal dunia ke dalam ke truk berpendingin yang difungsikan sebagai kamar jenazah di Brooklyn Hospital Center, di New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: ANGELA WEISS / AFP )

Kematian Akibat Covid Sudah Tembus 1 Juta Orang

Selasa, 29 September 2020 | 06:58 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Lebih dari satu juta orang telah meninggal akibat infeksi virus corona Covid-19. Pandemi telah merusak ekonomi dunia, meningkatkan ketegangan diplomatik, dan menjungkirbalikkan kehidupan banyak orang, mulai dari daerah kumuh India dan hutan Brasil hingga ke kota terbesar di Amerika Serikat (AS).

Olahraga, acara hiburan secara langsung, dan perjalanan internasional terhenti karena penggemar, penonton, dan wisatawan dipaksa untuk tinggal di rumah dengan tindakan ketat yang diberlakukan untuk mengekang penularan.

Kontrol drastis telah menempatkan separuh jumlah umat manusia, lebih dari empat miliar orang, di bawah suatu bentuk penguncian pada April yang awalnya mampu memperlambat penyebaran. Tetapi sejak pembatasan dilonggarkan, infeksi telah kembali melonjak.

Per Senin (28/9) pagi, penyakit itu telah merenggut 1.001.093 korban dari 33.112.474 infeksi yang tercatat. Menurut penghitungan AFP yang dikumpulkan dari sumber resmi di seluruh dunia. Data kemudian dikumpulkan dan diolah tim spesialis data yang memiliki kemampuan riset.

Amerika Serikat mencatat angka kematian tertinggi dengan lebih dari 200.000 korban jiwa, diikuti oleh Brasil, India, Meksiko, dan Inggris.

Bagi Carlo Chiodi yang bekerja sebagai pengemudi truk di Italia, angka-angka itu termasuk kedua orang tuanya yang meninggal hanya dalam jangka waktu beberapa hari.

"Yang sulit saya terima adalah melihat ayah saya berjalan keluar rumah, masuk ke dalam ambulans, dan yang bisa saya katakan padanya adalah selamat tinggal. Saya menyesal tidak mengatakan 'saya mencintaimu' dan saya menyesal tidak memeluknya. Itu masih menyakitkan saya," tutur Chiodi (50 tahun) kepada AFP, Senin (28/9).

Petugas tenaga kesehatan Palestina sedang mengambil sampel usap dari seorang pria di dalam sebuah masjid di Kota Gaza pada 20 September 2020. ( Foto: MAHMUD HAMS / AFP )
Petugas tenaga kesehatan Palestina sedang mengambil sampel usap dari seorang pria di dalam sebuah masjid di Kota Gaza pada 20 September 2020. ( Foto: MAHMUD HAMS / AFP )

Krisis Hebat

Para ilmuwan masih berlomba untuk mengembangkan vaksin, pemerintah kembali dipaksa menjadi tidak nyaman dengan tindakan penyeimbangan. Langkah pengendalian virus memperlambat penyebaran penyakit, namun merugikan ekonomi dan bisnis yang sudah terguncang.

Dana Moneter Internasional (IMF) awal tahun ini mengingatkan, pergolakan ekonomi dapat menyebabkan krisis yang tiada duanya seperti krisis ketika produk domestik bruto (PDB) dunia runtuh. Terlepas dari prospek IMF yang saat ini tampak lebih cerah dibandingkan Juni lalu.

Eropa, yang terpukul oleh gelombang pertama, sekarang menghadapi lonjakan kasus lainnya. Prancis, Inggris, dan Spanyol terpaksa kembali memberlakukan kontrol sosial untuk memperlambat infeksi yang mengancam kelebihan beban di rumah sakit.

Penggunaan masker dan pemberlakuan jarak sosial di toko, kafe, dan transportasi umum sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di banyak kota seluruh dunia.

Pada pertengahan September terjadi peningkatan rekor kasus di sebagian besar wilayah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan kematian dengan virus corona bahkan bisa berlipat ganda menjadi dua juta tanpa tindakan kolektif global.

Infeksi di India, rumah bagi 1,3 miliar penduduk, melonjak melewati enam juta pada Senin. Tetapi pihak berwenang tetap membuka kembali ekonomi negara Asia Selatan yang terpukul tersebut. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN