Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Charles Evans berbicara selama pertemuan tahunan National Association of Business Economics (NABE) di Arlington, Virginia, AS pada 27 September 2021. (Foto: Al Drago / Bloomberg / Getty Images)

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Charles Evans berbicara selama pertemuan tahunan National Association of Business Economics (NABE) di Arlington, Virginia, AS pada 27 September 2021. (Foto: Al Drago / Bloomberg / Getty Images)

Kenaikan Suku Bunga AS Dikhawatirkan Terlalu Cepat

Selasa, 27 September 2022 | 17:01 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

CHICAGO, investor.id – Presiden Federal Reserve (Fed) Chicago Charles Evans mengatakan bahwa dirinya merasa khawatir tentang bank sentral Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga terlalu cepat, meskipun ini upayanya untuk mengatasi inflasi yang tak terkendali.

Dilansir dari “Squawk Box Europe” CNBC pada Selasa (27/9), Evans mengatakan dirinya tetap sangat optimis bahwa ekonomi AS dapat menghindari resesi, asalkan tidak ada guncangan eksternal lebih lanjut.

Komentarnya muncul tak lama setelah sejumlah pejabat tinggi Fed mengatakan pihaknya akan terus memprioritaskan perang melawan inflasi, yang saat ini mendekati level tertinggi sejak awal 1980-an.

Baca juga: Fed Bisa Hindari Sakit Mendalam dalam Pertarungan Inflasi

Bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar tiga perempat poin persentase atau 75 basis poin (bps) di awal September 2022. Ini menjadi kenaikan ketiga dengan angka yang sama secara berturut-turut.

Pejabat Fed juga mengindikasikan bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jauh di atas kisaran saat ini 3% hingga 3,25%.

Evans ditanya tentang kekhawatiran investor bahwa The Fed tampaknya tidak menunggu cukup lama untuk menilai secara memadai dampak kenaikan suku bunga. “Well, saya sedikit gugup tentang hal itu,” akunya, Selasa.

“Ada kelambatan dalam kebijakan moneter dan kami telah bergerak cepat. Kami telah melakukan tiga kali peningkatan 75 bps berturut-turut dan ada pembicaraan lebih lanjut untuk mencapai 4,25% hingga 4,5% pada akhir tahun, Anda tidak akan meninggalkan banyak waktu untuk melihat setiap rilis bulanan,” kata Evans.

Puncak FFR

Trader khawatir bahwa Fed tetap bersikap lebih hawkish lebih lama dari yang diantisipasi beberapa orang.

Baca juga: Inflasi Terkendali, BI Janji Tak Agresif Naikkan Suku Bunga Acuan

Evans (64) secara konsisten menjadi salah satu regulator The Fed yang mendukung suku bunga yang lebih rendah dan lebih banyak akomodasi. Dia akan pensiun dari posisinya awal tahun depan.

“Sekali lagi, saya masih percaya bahwa konsensus kami, perkiraan median, akan mencapai tingkat dana (FFR) puncak pada Maret dengan asumsi tidak ada guncangan merugikan lebih lanjut. Dan jika keadaan menjadi lebih baik, kita mungkin bisa berbuat lebih sedikit, tetapi saya pikir kita sedang menuju tingkat dana puncak itu,” jelasnya.

“Itu menawarkan jalan untuk pekerjaan, Anda tahu, stabil pada sesuatu yang masih bukan resesi, tetapi mungkin ada guncangan, mungkin ada kesulitan lain,” lanjutnya.

Baca juga: Inggris Resesi, Bank Sentral Naikkan Suku Bunga

“Setiap kali saya pikir rantai pasokan akan membaik, bahwa kita akan meningkatkan produksi mobil dan harga mobil bekas turun dan perumahan dan semua itu sesuatu telah terjadi. Jadi, optimis hati-hati,” tambah Evans.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com