Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas polisi berjaga-jaga di luar media centre di Falmouth, Cornwall pada 10 Juni 2021, menjelang pelaksaaan KTT G-7 tiga hari yang diadakan pada 11-13 Juni. ( Foto: LUDOVIC MARIN / AFP )

Petugas polisi berjaga-jaga di luar media centre di Falmouth, Cornwall pada 10 Juni 2021, menjelang pelaksaaan KTT G-7 tiga hari yang diadakan pada 11-13 Juni. ( Foto: LUDOVIC MARIN / AFP )

Ketatnya Pembatasan Covid di KTT G-7

Jumat, 11 Juni 2021 | 13:29 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

FALMOUTH, investor.id – Para pemimpin negara dari kelompok G-7 sedang melakukan pertemuan hingga akhir pekan ini untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, mengingat pandemi global virus corona Covid-19 memaksa acara tahun lalu dibatalkan.

Tetapi krisis kesehatan masih menghadirkan tantangan besar bagi tuan rumah Inggris. Demi mencegah penyebaran virus di antara para peserta, pihak penyelenggara melakukan aturan ketat.

Jaga Jarak Peliputan

Para pemimpin negara Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) secara khusus akan membahas rekonstruksi pascapandemi dalam pembicaraan tiga hari di Carbis Bay, Cornwall.

Isu distribusi vaksin anti-Covid dan perubahan iklim yang adil juga akan menjadi agenda yang dibahas di resor tepi laut yang indah di barat daya Inggris.

Menurut laporan, semua pemimpin setidaknya telah divaksinasi Covid-19 sebagian. Mereka akan bergabung dengan rekan-rekan mereka dari Uni Eropa (UE), dan para tamu undangan dari Australia, India, Korea Selatan (Korsel) dan Afrika Selatan (Afsel).

Sebagian besar pemimpin negara dijadwalkan hadir secara langsung, tetapi Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan bakal hadir secara virtual karena penyebaran cepat varian baru virus corona di negara asalnya.

Pemandangan tak biasa juga terlihat terkait kehadiran wartawan. Biasanya, pelaksanaan KTT G-7 selalu dihadiri ribuan jurnalis tetapi jumlah akreditasi atau izin peliputan yang diberikan tahun ini berkurang drastis karena harus menerapkan aturan jaga jarak. Bagi sebagian besar jurnalis yang berhasil mendapatkan izin akan diminta menjaga jaraknya di media centre di Falmouth, yang berjarak sekitar 36 kilometer melalui jalan darat dari Carbis Bay.

Rutin Jalankan Tes

Meskipun Inggris telah meluncurkan program vaksinasi massal yang sukses, masih ada kekhawatiran tentang wabah varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India, dan kekhawatiran tentang penyebarannya.

Peserta KTT, termasuk anggota delegasi negara dan jurnalis, harus menjalani skrining rutin menggunakan rapid tests dua hari sebelum dimulainya acara. Mereka kemudian harus dites dua kali pada pekan berikutnya. Bukti hasil tes negatif diperlukan untuk akses ke media centre dan area-area lainnya.

Bagi siapa pun yang dites positif terkena virus corona, harus menjalani isolasi diri dan diberlakukan sistem pelacakan khusus.

Pembatasan terkait virus corona di Inggris juga berlaku mulai dari wajib memakai masker di area tertutup, menjaga jarak sosial dua meter, rutin mencuci tangan, dan kegiatan interaksi di dalam ruangan harus dibatasi untuk enam orang atau dua rumah tangga.

Namun kepala negara dan pemerintahan tidak akan memakai masker saat foto bersama, yang akan diadakan di luar ruangan. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tidak akan berjabat tangan, di mana di kerap melakukannya di tahap awal pandemi.

6.500 Polisi

Polisi telah menyediakan empat lokasi (Plymouth, Falmouth, Truro dan Exeter) untuk menampung aksi protes yang direncanakan selama berlangsung KTT. Pelaksanaan pertemuan puncak itu sendiri akan berada di bawah pengawasan keamanan yang sangat tinggi.

Tetapi beberapa kelompok telah mengindikasikan bakal memboikot wilayah resmi, dengan tujuan mengganggu pertemuan yang dilaksanakan di Teluk Carbis sebanyak mungkin.

Total ada sekitar 6.500 petugas polisi yang akan dikerahkan dan 5.000 bala bantuan selain Kepolisian setempat di Devon dan Cornwall. Peristiwa ini disebut-sebut sebagai operasi polisi dan keamanan terbesar dalam sejarahnya.

Ratusan personel angkatan bersenjata, termasuk tim penjinak senjata peledak, kapal angkatan laut dan pesawat terbang, juga akan disiagakan.

Sekitar 1.000 perwira akan ditempatkan di kapal MS Silja Europa yang ditambatkan di Falmouth. Kapal ini biasanya berlayar di Laut Baltik.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN