Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

Ketegangan AS-Tiongkok Pengaruhi Pendapatan Terusan Panama

Senin, 15 Juli 2019 | 06:41 WIB

PANAMA, investor.id – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah menimbulkan permasalahan di Terusan Panama. Menurut Chief Executive Of ficer (CEO) Otoritas Terusan Panama atau Panama Canal Authority (PCA) Jorge Luis Quijano, jumlah pengiriman kargo dari AS ke Tiongkok melalui jalur air utama itu telah merosot pada tahun ini karena Negeri Tirai Bambu itu mengurangi impor makanan dan bahan bakar dari AS.

“Di tengah pertikaian itu, Jepang telah menggantikan posisi Tiongkok sebagai pengguna kanal terbesar kedua, sementara bisnis-bisnis AS tetap menjadi pelanggan kanal terbesar,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, pada Sabtu (13/7).

Sementara pada pekan ini, Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan keluhannya bahwa Tiongkok ingkar janji karena tidak meningkatkan jumlah pembelian produk-produk pertanian Amerika. Janji tersebut diperoleh Trump pada bulan lalu dalam pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Quijano mengatakan, bahwa Tiongkok lebih memilih mengandalkan negara negara seperti Qatar, Trinidad dan Tobago, untuk pasokan gas, dan Brazil untuk memenuhi kebutuhan kedelai.

“Ini merupakan kerugian lebih besar untuk AS karena Tiongkok hanya membeli produk-produk yang sama dari tempat lain,” kata dia.

Pendapatan Terusan Panama tahun fiskal ini diperkirakan mencapai US$ 3,1 miliar atau turun 1% dibandingkan 2018, dan akan tercatat sebagai penurunan pertama sejak ekspansi kanal senilai US$ 5 miliar yang diresmikan pada tiga tahun lalu.

Menurut Quijano, pertikaian perdagangan kedua negara adidaya telah mengurangi lalu lintas kargo dari AS menuju Tiongkok sekitar 8 juta ton sejak tahun fiskal saat ini dimulai pada Oktober. Tercatat kargo-kargo yang melintasi kanal dengan rute paling penting – dari Pesisir Timur AS ke Asia – ini mencapai 78 juta ton pada tahun fiskal 2018.

Meskipun demikian, lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service tahun ini menaikkan peringkat kredit untuk Terusan Panama dari A2 menjadi A1, berdasarkan kinerja keuangannya yang kuat sejak ekspansi, dan tingkat utang yang rendah.

Quijano juga menambahkan pertikaian perdagangan AS-Tiongkok bisa mengakibatkan Terusan Panama mengeluarkan biaya lebih besar, jika ketegangan berlanjut. (sumber lain/pya)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN