Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi makanan cepat saji. Aneka sandwich ayam cepat saji buatan McDonald

Ilustrasi makanan cepat saji. Aneka sandwich ayam cepat saji buatan McDonald

KFC akan Rekrut 20.000 Pekerja di AS

Kamis, 6 Mei 2021 | 06:57 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LOUISVILLE, investor.id – Kentucky Fried Chicken (KFC) pada Rabu (5/5) mengumumkan akan merekrut 20.000 pekerja di Amerika Serikat (AS). Industri restoran di AS dilaporkan sekarang kesulitan mendapatkan pekerja, pada saat permintaan kembali meningkat seiring dibukanya kembali kegiatan-kegiatan ekonomi di AS.

Jejaring restoran milik Yum Brands tersebut dan para pemegang waralabanya dilaporkan akan mencari tenaga kerja paruh waktu dan purna waktu di seluruh AS. Yang dibutuhkan termasuk para juru masak, manajemen restoran, pelayan konsumen, pengawas sif kerja, dan asisten manajer.

Di AS, jaringan restoran cepat saji biasanya merekrut puluhan ribu pekerja untuk memenuhi lonjakan permintaan sepanjang bulan-bulan musim panas. Tahun ini, pengumuman perekrutan itu keluar di saat para pengusaha restoran melaporkan kekurangan tenaga kerja.

Hal tersebut juga sudah berdampak ke rantai pasokan, termasuk ke pasokan ayamnya. Pada saat bersamaan, konsumen mulai kembali makan di tempat. Selain karena mendapatkan tambahan uang dari stimulus Covid pemerintah, juga karena pembukaan kembali ekonomi AS pasca-meredanya kekhawatiran pandemi membuat mereka bisa kembali makan di restoran.

Alhasil, KFC pada kuartal I tahun ini melaporkan pertumbuhan penjualan 14% di AS. Sebagian pengusaha jaringan restoran dan para pemegang waralabanya menawarkan bonus bagi mereka yang datang untuk diwawancara atau bisa bertahan lebih dari 90 hari.

Sementara itu, jajaran eksekutif McDonald's sebelumnya mengatakan bahwa gerai-gerai restoran milik perusahaan belum merasakan dampak kekurangan tenaga kerja.

“Tapi kami menawarkan kenaikan upah atau tunjangan bagi restoran-restoran itu jika dalam waktu dekat hal ini menjadi masalah,” kata mereka, seperti dilansir CNBC.

Walau begitu, tingkat pengangguran di AS tetap tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Tingkat pengangguran pada Maret 2021 mencapai 6%. Para pengusaha jaringan restoran menyebut kelangkaan tenaga kerja itu juga disebabkan naiknya tunjangan pengangguran.

Tapi para pekerja restoran yang sekarang sedang tidak bekerja mengungkapkan bahwa upah dan tip yang mereka terima tidak berarti dibandingkan risiko terpapar virus Covid-19.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN