Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS). ( Foto Ilustrasi: glegorly / greensboro.com )

Klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS). ( Foto Ilustrasi: glegorly / greensboro.com )

Klaim Pengangguran Turun ke Level Awal Pandemi

Jumat, 23 Oktober 2020 | 08:38 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu turun menjadi 787.000 atau terendah sejak 14 Maret 2020, saat awal pandemi virus corona Covid-19. Tapi baru kedua kalinya turun di bawah level psikologis 800.000

Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS melaporkan pada Kamis (22/10), peningkatan baru terjadi karena jumlah aplikasi pada pekan yang berakhir 17 Oktober 2020 hanya sebanyak 55.000. Total klaim pada satu pekan sebelumnya juga direvisi turun 56.000 dari laporan sebelumnya.

Saat penutupan kegiatan usaha mulai dilakukan di AS pada Maret 2020, klaim tunjangan pengangguran itu melonjak hingga jutaan. Walau kemudian berkurang, situasinya belum kunjung membaik dalam beberapa pekan terakhir. Selain karena sebagian program bantuan pemerintah untuk bisnis sudah habis masa berlakunya, kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19 belum padam.

Pemerintah dan Kongres sampai saat ini belum mencapai kata sepakat soal stimulus baru. Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada Kamis mengatakan, kesepakatan itu sudah siap.

Sekalipun jumlah aplikasi tersebut turun tajam pada pekan lalu, tapi masih di atas pekan terburuk pada masa krisis finansial global 2008-2010. Yang berarti mengindikasikan bahwa tingkat kehilangan lapangan kerja di AS terus meluas.

Hingga pekan yang berakhir 3 Oktober 2020, sudah 23,2 juta orang yang menerima tunjangan dalam berbagai program. Angka itu menunjukkan penurunan sekitar satu juta dari pekan sebelumnya.

“Situasinya menjadi mengkhawatirkan karena paket bantuan fiskal belum menunjukkan kejelasan,” ujar Gregory Daco, analis dari Oxford Economics, seperti dikutip AFP.

Pekan lalu ada 345.000 orang yang menerima tunjangan, khusus untuk mereka yang dalam kondisi normal tidak layak menerima bantuan. Sehingga total aplikasi baru pada pekan tersebut mencapai sekitar 1,1 juta orang. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN