Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita sedang menggunakan platform e-commerce pada 29 September 2020, di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang melanda Mexico City.  ( Foto: PEDRO PARDO / AFP )

Seorang wanita sedang menggunakan platform e-commerce pada 29 September 2020, di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang melanda Mexico City. ( Foto: PEDRO PARDO / AFP )

Konsumen Online di Amerika Latin Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 2 Oktober 2020 | 07:33 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

MEXICO CITY, investor.id – Industri e-commerce di Amerika Latin dilaporkan sedang berkembang pesat di tengah pandemi virus corona Covid-19, dan mendorong jutaan pembeli di seluruh kawasan melakukan bisnis secara daring (online). Banyak di antara pembeli baru melakukan pertama kali, serta memaksa bisnis tradisional beradaptasi demi bertahan hidup.

Sektor e-commerce disebut-sebut menjadi salah satu pemenang dari dampak yang ditimbulkan virus corona. Kekhawatiran terjangkit infeksi, dan penerapan aturan karantina atau lockdown telah membuat penduduk tetap berada di rumah.

“Covid-19 telah menjadi akselerator tren, dan perdagangan elektronik sebagai yang sangat kuat. Lebih dari 10 juta orang Amerika Latin yang tidak pernah membeli secara daring, kini rutin melakukannya,” ujar Oscar Silva, pakar strategi global di perusahaan konsultan KPMG, di Meksiko, kepada AFP, Kamis (1/10).

Namun platform e-commerce yang mendominasi bukanlah Amazon atau eBay, melainkan kekuatan regional yakni Mercado Libre yang memiliki model bisnis serupa dan sudah hadir di 18 negara.

Terlepas dari gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi, perusahaan asal Argentina itu dapat melipatgandakan penjualannya pada Kuartal II-2020 karena jumlah pelanggan mengalami peningkatan 45% menjadi 51,1 juta.

Kapitalisasi pasarnya pun mencapai US$ 55 miliar sehingga menantang raksasa pertambangan Brasil Vale mendapatkan gelar perusahaan paling berharga di Amerika Latin.

“Pergeseran tektonik dalam kebiasaan konsumen kemungkinan besar akan bertahan. Walau orang-orang masih takut dengan penipuan atau produk tidak akan sesuai harapan, sangat mungkin sebagian besar pelanggan ini akan tetap bertahan setelah menyadari betapa mudah dan efisiennya perdagangan daring,” kata Silva.

Menurut Kepala Mercado Libre Mexico David Geisen, para pengguna setia sekarang membeli dalam 12 hari dibandingkan sebelumnya 17 hari. Para pengguna yang sering membeli dalam 79 hari berkurang menjadi 24 hari, dan para pengguna sporadis membeli dalam 29 hari hampir satu tahun.

Pada awal pandemi, barang-barang yang paling laris dicari termasuk masker wajah, gel anti-bakteri, termometer dan oksimeter. Namun, sekarang secara bertahap menyebar ke barang dan jasa lain.

Perkembangannya yang booming bahkan mencapai perekonomian yang dikontrol ketat Kuba, di mana angka penjualan melonjak di platform pemerintah tuenvio.com yang berjuang untuk memenuhi harapan beberapa pelanggan.

“Saya telah melakukan sekitar 40 pembelian dan saya memiliki sekitar 40 masalah,” tutur Jorge Noris, pekerja IT berusia 34 tahun, kepada AFP di Havana.

Masih Bermasalah

Di Meksiko juga mengalami tren naik turun harga. Seorang pria yang mencoba membeli ponsel secara daring mengeluh bahwa dia malah menerima minuman ringan, meskipun pihak toko akhirnya mengiriminya pesanan yang benar.

“Banyak bisnis bangkrut karena memberikan penawaran daring yang buruk atau tidak sama sekali. Platform besar adalah pemenangnya, tetapi kami juga melihat bisnis-bisnis di dekatnya yang mempertahankan pelanggan mereka atau berhasil melakuka sesuatu yang sederhana seperti WhatsApp,” katanya.

Menurut perusahaan AppsFlyer, unduhan aplikasi seluler e-commerce tumbuh 93% pada Kuartal II tahun ini di Amerika Latin di mana pasanya dipimpin oleh Brasil dan Meksiko.

Asosiasi Perdagangan Elektronik Brasil melaporkan bahwa perekonomian di kawasan itu mengalami pertumbuhan perdagangan daring hampir 57% antara Januari dan Agustus, dengan tambahan 135.000 toko baru.

Pemerintah di wilayah tersebut mengincar ledakan di sektor daring sebagai sumber pendapatan pajak untuk mendanai peningkatan belanja publik selama pandemi. Lapangan kerja baru juga sedang diciptakan guna menggantikan beberapa lapangan kerja yang hilang selama ekonomi melambat.

Walaupun jutaan orang menganggur di sekitar wilayah tersebut, Sergio Garcia optimistis tentang masa depannya setelah setahun bekerja sebagai kurir parsel untuk raksasa e-commerce global. “Permintaan meningkat pesat selama pandemi. Kedengarannya tidak banyak, tapi lebih dibandingkan pekerjaan lain,” ujar pria berusia 60 tahun itu, yang menerima upah sekitar US$ 0,30 untuk setiap paket yang dia kirimkan dengan berjalan kaki. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN