Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tangkapan gambar pada 18 Januari 2021, menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny sedangberbicara sambil menunggu sidang pengadilan di sebuah kantor polisi di Khimki di luar Moskow. ( Foto: Handout / Navalny team Youtube page / AFP )

Tangkapan gambar pada 18 Januari 2021, menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny sedangberbicara sambil menunggu sidang pengadilan di sebuah kantor polisi di Khimki di luar Moskow. ( Foto: Handout / Navalny team Youtube page / AFP )

Kremlin Tepis Seruan untuk Bebaskan Navalny

Rabu, 20 Januari 2021 | 07:23 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

MOSKOW, investor.id – Kremlin pada Selasa (19/1) menepis seruan dari negara-negara Barat untuk membebaskan pemimpin oposisi utama Rusia, Alexei Navalny. Kremlin juga menyesalkan seruan dari pihak Navalny untuk menggelar unjuk rasa besar.

Pengkritik terbesar Presiden Rusia Vladimir Putin di dalam negeri itu sekarang dalam masalah hukum. Ia dijadwalkan hadir di pengadilan pada Rabu (20/1) untuk menghadapi dakwaan penistaan. Sementara para pendukungnya di Rusia menyerukan aksi unjuk rasa di ibukota Moskow pada akhir pekan nanti.

Navalny (44 tahun), ditahan setibanya di Moskow dari Jerman pada Minggu (17/1). Ia pulang setelah pulih dari serangan racun saraf Novichok pada Agustus tahun lalu.

Lembaga pemasyarakatan Rusia menyatakan Navalny ditahan karena melanggar aturan penangguhan penahanan. Yang diterimanya pada 2014 atas dakwaan penipuan. Tapi menurut Navalny dakwaan tersebut politis.

Sidang yang buru-buru pada Senin (18/1) memerintahkan Navalny ditahan selama 30 hari. Para pembantu dekatnya kemudian meminta massa turun ke jalan di pusat kota Moskow, untuk bergerak menuju Kremlin pada Sabtu (23/1).

Saat ini dilarang menggelar unjuk rasa di Moskow. Tapi karena aturan pembatasan terkait pandemi Covid-19. Tapi tangan kanan Navalny yang bernama Leonid Volkov pada Selasa mengatakan, pihaknya tidak akan mengajukan izin resmi dari pihak berwenang untuk menggelar aksi tersebut.

Volkov mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya tidak akan gentar meski para pendukung Navalny nantinya bakalan ditahan karena menggelar aksi unjuk rasa ilegal.

Menurut dia, serangan terhadap kubu oposisi sudah biasa terjadi. “Putin meracun Navalny dan Navalny sekarang mendekam di penjara,” ujar Volkov.

Navalny menuding Putin sebagai dalang pengracunan terhadap dirinya. Tapi Kremlin selalu membantah klaim tersebut.

Kremlin menyatakan bahwa seruan aksi unjuk rasa itu meresahkan. Kremlin juga menekankan tidak akan tunduk terhadap permintaan Barat untuk membebaskan Navalny.

“Ini sepenuhnya urusan dalam negeri dan kami tidak akan membiarkan siapa pun ikut campur,” ujar Dmitry Peskov, juru bicara Putin.

Penahanan terhadap Navalny yang juga aktivis antikorupsi itu telah mengundang kecaman dari negara-negara Barat. Jerman termasuk yang mendesak agar Navalny segera dibebaskan.

Setelah sidang mendadak di pengadilan buatan di sebuah kantor polisi di luar kota Moskow, petugas memindahkan Navalny ke penjara Matrosskaya Tishina di Moskow. Penjara ini termasuk yang paling ketat penjagaannya di Rusia.

“Turun lah ke jalan. Bukan untuk saya, tapi demi kalian,” kata Navalny dalam video yang dirilis usai persidangan tersebut.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN