Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Orang-orang tengah memilih sayuran di sebuah supermarket di Beijing, Tiongkok, pada 10 Februari 2021. ( Foto: Wang Zhao / AFP )

Orang-orang tengah memilih sayuran di sebuah supermarket di Beijing, Tiongkok, pada 10 Februari 2021. ( Foto: Wang Zhao / AFP )

Kuartal I, Ekonomi Tiongkok Diprediksi Tumbuh 18,7%

Kamis, 15 April 2021 | 06:42 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Ekonomi Tiongkok diperkirakan mencatatkan rekor pertumbuhan selama kuartal pertama 2021, karena pulih dari kontraksi bersejarah yang disebabkan oleh Covid-19. Hasil jajak pendapat terhadap kalangan ekonom oleh AFP menemukan bahwa ekspansi itu juga didorong oleh ekspor dan permintaan domestik.

Pada triwulan pertama 2021, kalangan ekonom dari 15 lembaga mengatakan, negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut diperkirakan tumbuh 18,7% dibandingkan tahun lalu. Tiongkok tercatat menjadi satu-satunya negara ekonomi besar yang mencatatkan ekspansi ekonomi pada tahun lalu.

Walaupun virus Covid-19 pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir 2019, tapi Tiongkok juga yang paling cepat bangkit setelah pihak berwenang memberlakukan karantina secara ketat dengan langkah-langkah pengendalian virus yang masif.

Analis memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok sepanjang tahun akan mencapai 8,5%. Jauh lebih tinggi dari target sederhana para pemimpin negara, yakni di atas 6%. Ini akan mencerminkan kemajuan yang pesat dari pertumbuhan sebesar 2,3% pada 2020.

"Indikator bulanan yang dirilis baru-baru ini semuanya mengarah ke pemulihan kuat berkelanjutan di Tiongkok pada kuartal pertama. Produksi tumbuh dengan kuat, sementara permintaan eksternal dan domestik terus meningkat," kata ekonom Moody's Analytics Christina Zhu, Rabu (14/4).

Ekonom senior Rabobank Raphie Hayat menilai lonjakan dramatis juga sebagian besar didorong oleh dasar perbandingan yang rendah dengan tahun lalu, ketika wabah membuat sebagian besar aktivitas bisnis terhenti.

Prediksi tersebut muncul setelah data yang dirilis Selasa (13/4) menunjukkan impor dan ekspor terus melonjak pada Maret. Angka tersebut beriringan dengan pemulihan negara yang berlanjut cepat dan permintaan meningkat di pasar luar negeri utama, saat negara muncul dari krisis virus tahun lalu.

Tahun Baru Imlek tahun ini, biasanya periode ketika pekerja melakukan perjalanan ke seluruh negeri untuk mengunjungi keluarga dan teman, juga memberi dorongan pada prospek ekonomi.

Banyak pekerja imigran mengindahkan seruan pihak berwenang untuk tetap tinggal di kota tempat mereka bekerja selama waktu istirahat, karena kekhawatiran imigrasi besar tahunan dapat menyebabkan wabah virus corona.

Hal ini memungkinkan perusahaan, terutama yang besar, untuk meningkatkan hasil pabrik dan terus memenuhi pesanan. Hal ini disampaikan Gene Ma, kepala penelitian Tiongkok di Institute of International Finance.

Meskipun negara melihat beberapa klaster lokal penyebaran virus di bulan-bulan awal tahun ini, jumlah kasus dengan cepat turun di bawah kontrol.

“Permintaan domestik akan mendapatkan momentum pada Maret karena kehati-hatian virus corona surut dan perjalanan serta logistik kembali ke normal,” ujar ekonom utama Oxford Economics Tommy Wu.

Ekonom senior ANZ Research Tiongkok Betty Wang mengatakan, ada juga aktivitas ringan dalam periode setelah Tahun Baru Imlek. Penjualan ritel bangkit karena pembatasan lokal dicabut dan perjalanan domestik meningkat.

Tetapi kepala HSBC ekonom Tiongkok Qu Hongbin mengingatkan kemungkinan pertumbuhan melambat pada paruh kedua 2021.

“Ketika investasi properti diperkirakan akan kehilangan tenaga dan pemulihan konsumsi tetap bertahap,” tukasnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN