Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Toyota terpampang di showroom perusahaan, di Tokyo, Jepang pada 6 November 2020. ( Foto: PHILIP FONG / AFP )

Logo Toyota terpampang di showroom perusahaan, di Tokyo, Jepang pada 6 November 2020. ( Foto: PHILIP FONG / AFP )

Laba Bersih Kuartal I Toyota Meroket 460%

Rabu, 4 Agustus 2021 | 13:43 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

TOKYO, investor.id – Produsen mobil Jepang, Toyota pada Rabu (4/8) melaporkan lonjakan laba bersih Kuartal I yang mencapai lebih dari 460%. Kenaikkan ini didorong pemulihan kuat penjualan dari krisis virus corona Covid-19.

Produsen mobil terlaris dunia itu mencatatkan laba bersih 897,8 miliar yen (US$ 8,2 miliar) untuk tiga bulan hingga Juni. Ini adalah catatan untuk kuartal pertama, dengan kenaikkan dari 158,8 miliar yen pada periode yang sama di tahun lalu.

Perusahaan juga tidak mengubah perkiraan laba bersih setahun penuh di kisaran 2,3 triliun yen, untuk menunjukkan situasi ketidakpastian dalam dan setelah kuartal kedua.

Toyota bangkit kembali lebih cepat dari dampak pandemi Covid-19 daripada para pesaingnya, sehingga merebut kembali gelar produsen mobil terlaris tahun lalu.

Pekan lalu, angka penjualan global grup mencapai rekor tertinggi selama enam bulan hingga Juni. Hal ini dilatari oleh permintaan yang baik atas model Highlander dan Camry di Amerika Serikat, serta merek Corolla dan Lexus di Tiongkok.

“Hasil kuartal pertama adalah hasil dari kami mempertahankan penjualan dan pasokan yang stabil, meskipun kekurangan semikonduktor dan krisis penyebaran Covid-19,” demikian menurut perusahaan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP.

Raksasa otomotif asal Negeri Sakura itu sejauh ini telah mengatasi kekurangan semikonduktor global, yang mana memaksa para rivalnya untuk memangkas target produksi Namun kini, mereka mulai menghadapi beberapa gangguan.

Sebagai informasi, pada Juni Toyota menghentikan sementara kegiatan operasi di dua pabrik domestik karena krisis chip. Kondisi hiatus ketiga bahkan sedang berlangsung di pabrik terpisah.

“Pasokan semikonduktor diperkirakan tetap ketat setidaknya hingga tahun depan, karena pemulihan ekonomi global dari pandemi virus corona akan semakin meningkatkan permintaan chip di banyak sektor,” ujar Yasuo Imanaka, kepala analis di Rakuten Securities.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN