Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mobil Tesla sedang dipamerkan di showroom di Aventura Mall pada 19 Maret 2021 di Miami, Florida. ( Foto: JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Mobil Tesla sedang dipamerkan di showroom di Aventura Mall pada 19 Maret 2021 di Miami, Florida. ( Foto: JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Laba Kuartalan Tesla Tembus US$ 1 M

Rabu, 28 Juli 2021 | 06:18 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Produsen mobil listrik Amerika Serikat (AS) Tesla pada Senin (26/7) waktu setempat melaporkan perolehan laba kuartalan yang untuk kali pertamanya menembus angka US$ 1 miliar. Secara bersamaan Tesla kembali menegaskan target produksi 2021, meskipun ada gangguan di rantai pasokan.

Pengiriman mobil listrik Tesla selama triwulan kedua tersebut menghasilkan pendapatan US$ 1,1 miliar. Angkanya itu dilaporkan naik dari US$ 104 juta pada periode sama tahun lalu, ketika pendapatan naik hampir dua kali lipat menjadi US$ 12,0 miliar.

CEO dan pendiri perusahaan Elon Musk kemudian menggambarkan bahwa perolehan laba itu bagaikan tonggak yang luar biasa. “Tetapi tingkat pertumbuhan di sisa tahun ini bakal ditentukan oleh bagian paling lambat dari rantai pasokan,” ujar dia, yang dikutip AFP.

Selain kelangkaan semikonduktor yang telah menjangkiti produsen mobil di seluruh dunia, Musk juga menyebut kelangkaan lithium dan bahan baku lainnya sebagai kejadian tak terduga.

Hasil laporan kuartalan Tesla itu juga termasuk pendapatan sebesar US$ 354 juta yang terkait dengan penjualan kredit peraturan ke produsen mobil lain di bawah kebijakan yang didorong untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pada periode tahun lalu, Tesla mengumpulkan pendapatan US$ 428 juta dari kredit ini. Namun, keuntungannya sedikit berkurang dengan penurunan US$ 23 juta dalam nilai aset Bitcoin.

Sebagai informasi, Musk telah menjadi penentu kecepatan dalam industri itu karena telah meluncurkan deretan kendaraan listrik terdepan dibandingkan para pemain lama dalam industri otomotif. Namun, para analis memperingatkan bahwa perusahaan dapat menghadapi persaingan yang meningkat dari model-model baru yang diluncurkan oleh General Motors (GM), Volkswagen (VW) dan perusahaan lain.

Ekspansi Produksi

Tesla menegaskan kembali perkiraannya pada 2021, dengan mengatakan: “Selama rentang tahunan, kami berharap mencapai pertumbuhan tahunan rata-rata 50% dalam hal pengiriman kendaraan. Dalam beberapa tahun, kami mungkin tumbuh lebih cepat, yang kami prediksi terjadi pada 2021.”

Bahasanya tergolong identik dengan kuartal sebelumnya, meskipun Tesla berulang kali menyinggung soal masalah rantai pasokan. Musk sendiri telah menyampaikan lewat conference call dengan analis dan investor, bahwa masalah semikonduktor tampaknya semakin baik, tetapi sulit untuk diprediksi.

Dia juga mengingatkaan, rantai pasokan perusahaan dapat dirugikan jika ada yang tidak beres di mana pun di bagian bumi.

Sebelumnya, Tesla mengatakan telah membuat kemajuan di pabrik-pabrik yang berada di daerah pedesaan Jerman dan di negara bagian Texas, AS, yang disebut berada di jalur untuk memproduksi kendaraan Model Y pada 2021.

Tetapi, perusahaan memundurkan kembali kerangka waktu untuk peluncuran program Semi truk hingga 2022, dengan alasan terbatasnya ketersediaan baterai cell dan masalah pasokan lainnya.

Musk juga telah memperkirakan terjadi kemajuan yang lambat pada model Cybertruck futuristik, di mana peningkatan akan sulit dilakukan mengingat arsitektur kendaraan yang tidak konvensional.

Pangsa Pasar Menyusut

Karl Brauer, analis di iSeeCars.com, mengunkapkan bahwa Tesla berhasil mengimbangi biaya material yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah di tempat lain dalam operasi.

“Angka Tesla, melampaui perkiraan dengan margin yang sehat, sekaligus memastikan keberlanjutan permintaan global kendaraan listrik yang kuat sehingga cukup untuk mengimbangi tantangan jangka pendek Tesla,” ujar Brauer dalam surat elektronik (email).

Menurut laporan Cox Automotive, lonjakan pendapatan Tesla berasal dari penjualan kendaraan listrik AS yang mencapai 100.000 unit dalam satu kuartal untuk pertama kalinya di kuartal terakhir. Laporan ini turut menyoroti penjualan cepat kendaraan listrik yang diproduksi oleh Ford, General Motors dan Volkswagen.

“Tesla tetap menjadi kekuatan dominan di pasar kendaraan listrik dan akan bertahan untuk beberapa waktu. Pangsa pasar kendaraan listrik Tesla di AS pada tahun lalu sempat turun dari 83% menjadi 64%,” kata Cox.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN