Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekelompok wanita mengenakan masker sedang berjalan menyusuri jalan di distrik bisnis, di Beijing, Tiongkok pada 11 Agustus 2020. ( Foto: WANG Zhao / AFP )

Sekelompok wanita mengenakan masker sedang berjalan menyusuri jalan di distrik bisnis, di Beijing, Tiongkok pada 11 Agustus 2020. ( Foto: WANG Zhao / AFP )

Laju Pemulihan Ekonomi Tiongkok Meningkat di K-III

Selasa, 20 Oktober 2020 | 07:52 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Laju pemulihan ekonomi Tiongkok, dari dampak pandemi virus corona Covid-19, meningkat di Kuartal III 2020. Setelah mencatatkan ekspansi sebesar 4,9%. Naik dari 3,2% pada kuartal sebelumnya dan terus bergerak menuju level-level sebelum pandemi tersebut muncul.

Pemulihan yang berlangsung kuat di Tiongkok didukung oleh sektor konsumen. Yang bulan lalu meningkatkan belanja karena sudah semakin naik tingkat kepercayaannya terhadap roda perekonomian ke depan.

Namun laju ekspansi itu dibawah ekspektasi para ekonom. Pemerintah juga mengingatkan ketidakpastian terkait Covid-19 terus menyerang pasar-pasar ekspor utamanya. Biro statistik nasional Tiongkok atau NBS menyatakan, kondisi perekonomian internasional masih berat.

Ekonomi Tiongkok sempat kontraksi di triwulan pertama tahun ini, karena sejumlah kota besar dikarantina untuk memerangi virus tersebut. Namun sejak itu, tingkat infeksi baru berhasil dikendalikan sehingga ekonomi bangkit dalam enam bulan terakhir.

Dana Moneter Internasional atau IMF menyatakan, Tiongkok akan menjadi satu-satunya negara ekonomi besar yang mencatatkan ekspansi di tahun ini. Data NBS yang dirilis Senin (19/10) menunjukkan, ekonomi tumbuh 4,9% pada Juli-September 2020. Menyusul pertumbuhan sebesar 3,2% pada tiga bulan sebelumnya.

Ekspansi ekonomi pada triwulan tiga tersebut ditopang oleh lonjakan penjualan ritel sebesar 3,3% pada ulan lalu. Yang menandakan konsumen di Tiongkok sudah kembali belanja dan makan di restoran. Juga sudah mulai bepergian lagi.

Selain itu, produksi industri juga naik melebihi perkiraan. Angkanya menunjukkan lonjakan 6,9% di tahun ini pada September 2020.

Pemerintah Tiongkok menggaungkan keberhasilannya mengendalikan Covid-19. Juga memberikan vaksin eksperimental kepada ratusan ribu orang, sambil berusaha meredam cerita-cerita tentang asal muasal pandemi ini, yang muncul di kota Wuhan pada akhir tahun lalu.

Sentimen Konsumen

Meski begitu, kekhawatiran terhadap lapangan kerja di masa depan dan potensi munculnya lagi penyebaran Covid-19 masih membebani sentimen konsumen.

“Tiongkok mampu pulih cepat dengan karantina ketat, pengujian besar-besaran, pelacakan ke tingkat populasi, dan stimulus fiskal,” ujar Lu Ting, kepala ekonom Nomura untuk Tiongkok, seperti dikutip AFP.

Faktor-faktor lainnya, tambah dia, adalah pertumbuhan ekspor dan lonjakan permintaan. Karena setelah banjir besar pada musim panas lalu, kegiatan ekonomi bangkit pada September.

“Tapi Tiongkok tidak sepenuhnya terbebas dari risko gelombang kedua Covid-19. Kenaikan permintaan berpotensi memudar dan naiknya ketegangan dengan AS akan berpengaruh ke ekspor serta investasi manufaktur,” lanjut Lu.

Tommy Xie, kepala riset OCBC Bank untuk Tiongkok Raya mengatakan, penjualan ritel menunjukkan tren positif. Juga ada kenaikan terhadap barang-barang mahal. Yang mana penjualan mobil menjadi pendorong utama bangkitnya permintaan.

“Tapi masih perlu waktu untuk menilai seberapa tahan penguatan permintaan domestik seperti ini,” tambah Xie.

Ia merujuk pada pendapatan pariwisata dari perjalanan dalam negeri, yang masih turun sekitar 30% pada masa Pekan Emas di awal Oktober.

Juru bicara NBS Liu Aihua mengatakan, walau pemulihan ekonomi terus menguat, prospek global tetap suram dan ditandai banyak instabilitas serta ketidakpastian.

“Ada tekanan sangat besar untuk meredam kasus virus dari luar negeri dan mencegah munculnya lagi penularan di dalam negeri,” kata Liu.

Pada September 2020, tingkat pengangguran di perkotaan Tiongkok turun lagi menjadi 5,4%. Sedangkan pertumbuhan investasi aset tetap untuk pertama kalinya di tahun ini kembali positif. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN