Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lembaran pengumuman tentang vaksin Covid-19 buatan BioNTech, dipasang di pusat vaksinasi masyarakat menyusul pemberitahuan penangguhan vaksin Pfizer-BioNTech di Hong Kong pada 24 Maret 2021. ( Foto: Peter PARKS / AFP )

Lembaran pengumuman tentang vaksin Covid-19 buatan BioNTech, dipasang di pusat vaksinasi masyarakat menyusul pemberitahuan penangguhan vaksin Pfizer-BioNTech di Hong Kong pada 24 Maret 2021. ( Foto: Peter PARKS / AFP )

Langgar Kesepakatan, Klinik Hong Kong Dikeluarkan dari Program Vaksinasi Covid

Kamis, 25 Maret 2021 | 07:26 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

HONG KONG – Sebuah klinik swasta di Hong Kong telah dikeluarkan dari program vaksinasi virus corona Covid-19 oleh otoritas kesehatan. Alasannya, karena klinik tersebut telah merekomendasikan vaksin Covid-19 buatan Jerman Pfizer-BioNTech kepada para pasien dibandingkan vaksin Sinovac buatan Tiongkok.

Tindakan itu menggambarkan betapa pekanya Pemerintah Hong Kong atas segala kritik terhadap vaksin Sinovac – yang memiliki tingkat kemanjuran relatif lebih rendah dan prosesnya dipercepat oleh regulator meskipun data yang dipublikasikan masih kurang.

Departemen Kesehatan Hong Kong mengatakan pada Selasa (23/3), bahwa klinik tersebut tidak lagi memberikan layanan suntik vaksin Covid-19 setelah seorang dokter melanggar kesepakatan dengan program vaksinasi.

Pihak berwenang juga menambahkan telah menarik kembali dosis-dosis vaksin Sinovac yang tidak digunakan dari klinik tersebut.

Kasus yang dialami klinik itu berawal dari foto pemberitahuan yang dipasang di klinik, yang membandingkan tingkat kemanjuran kedua vaksin. Foto itu pun viral secara online selama akhir pekan.

“Saran: jangan gunakan Sinovac, gunakan BioNTech,” demikian bunyi pemberitahuan itu. Salah satu dokter di klinik tersebut juga memilih (vaksin) yang terakhir.

Ta Kung Pao, surat kabar milik Kantor Penghubung Tiongkok di Hong Kong, kemudian menerbitkan laporan yang menuduh sang dokter "mencoreng” reputasi vaksin Sinovac.

Sejauh ini 403.000 warga Hong Kong – sekitar 5%dari populasi kota – telah menerima dosis pertama. Lebih dari 250.000 di antaranya mendapat vaksin Sinovac, sedangkan sisanya mendapat vaksin buatan Pfizer-BioNTech.

Secara terpisah pada Rabu (24/3), pemerintah menangguhkan vaksin Pfizer karena masalah pengemasan, tetapi menekankan pihaknya tidak yakin ada risiko keamanan.

Data Terbatas

Seperti diketahui, produsen vaksin virus corona Tiongkok disebut-sebut kurang terbuka dibandingkan para pesaing mereka dalam menerbitkan data ulasan sejawat (peer-review) dari hasil uji klinis. Bahkan di saat Tiongkok mendorong vaksin buatannya ke seluruh dunia sebagai alternatif dari vaksin buatan Barat.

Vaksin Sinovac disetujui oleh Hong Kong setelah perusahaan mengirimkan data langsung ke regulator, bukan ke jurnal medis ulasan sejawat. Data tentang vaksin dari percobaan di negara lain menunjukkan kemanjuran antara 50-80 %, tergantung pada penelitian, dibandingkan dengan 94-95% buatan Pfizer-BioNTech.

Hong Kong memulai kampanye vaksinasi bulan lalu tetapi penerimaan publik diklaim lambat dan terjerat oleh ketidakpercayaan yang membara terhadap Tiongkok, yang dipicu oleh tindakan keras Negeri Tirai Bambu itu terhadap gerakan demokrasi kota.

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini mengatakan hanya 37% orang dewasa yang berencana divaksinasi. CEO Hong Kong Carrie Lam sebelumnya mengeluhkan rendahnya antusiasme vaksinasi, dan menuduh kritikus "mencoreng" vaksin Tiongkok. Namun, beberapa ahli epidemiologi terkemuka di kota itu telah secara terbuka menyatakan bahwa vaksin Pfizer-BioNtech jauh lebih efektif.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN