Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemandangan Gedung Opera (Opera House) Sydney di Sydney, Australia, pada 15 Maret 2021. ( Foto: Steven Saphore / AFP )

Pemandangan Gedung Opera (Opera House) Sydney di Sydney, Australia, pada 15 Maret 2021. ( Foto: Steven Saphore / AFP )

Lockdown 106 Hari di Sydney Berakhir

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SYDNEY, investor.id – Warga Sydney, Australia sedang bergembira merayakan berakhirnya masa karantina atau lockdown terhadap virus corona Covid-19 selama 4 bulan, pada Senin (11/10). Lebih dari 5 juta penduduk Sydney menjalani karantina 106 hari, yang bertujuan membatasi penyebaran virus corona varian Delta yang sangat menular.

Kasus infeksi saat ini tercatat turun – di mana di negara bagian New South Wales mencatat 496 kasus pada Senin – dan lebih dari 70% orang berusia di atas 16 tahun telah mendapat vaksinasi lengkap.

Pemerintah Australia, sebagian besar berhasil menekan kasus infeksi dengan menutup perbatasan, melakukan lockdown, pengujian dan penelusuran yang agresif. Tetapi varian Delta menjadi pertimbangan untuk meraih mimpi nihil Covid, setidaknya di kota-kota terbesar Melbourne dan Sydney yang sekarang mengarah ke era hidup berdampingan dengan Covid.

“Ini adalah hari besar bagi negara bagian kita. Setelah 100 hari berdarah-darah, berkeringat, dan tanpa bir. Anda telah mendapatkannya,” ujar Perdana Menteri konservatif New South Wales yang baru-baru ini ditunjuk, Dominic Perrottet.

Sementara itu, Perdana Menteri Scott Morrison menyambut sebagai hari untuk merayakan hal-hal yang dulu dianggap biasa saja: “Bersama keluarga dan teman-teman, potong rambut, makan bersama, pergi ke pub dan minum bir bersama teman-teman Anda.”

Meski demikian, masih akan ada pembatasan saat bekerumun dan perbatasan internasional. Sekolah-sekolah pun belum akan dibuka kembali sepenuhnya selama beberapa pekan.

Di sisi lain, kehidupan sehari-hari mulai terlihat lebih normal di mana ada kerumunan orang di halte bus dan suara keramaian lalu lintas yang mulai padat.

Terlepas dari suasana perayaan, masih ada sisa-sisa kekhawatiran bahwa pembukaan kembali akan membawa lonjakan kasus infeksi. Asosiasi Medis Australia memperingatkan, pembukaan kembali harus dilakukan bertahap karena “jika tidak, New South Wales mungkin masih melihat rumah sakit menjadi benar-benar kewalahan meskipun tingkat vaksinasi tinggi.”

Rayakan Kebebasan

Mulai dari pub tengah malam, restoran, dan kafe mulai membuka pintu bagi siapa saja yang dapat membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi. Orang-orang ini, termasuk Garth Diemer (32 tahun) dan timnya yang terdiri dari pekerja konstruksi tampak bersemangat memanfaatkan hari sebaik-baiknya.

“Kami tahu pub akan buka sekitar pukul 10 pagi karena ini adalah Hari Kebebasan, jadi saya pikir saya akan minum beberapa gelas schooners. Saya akan memberitahumu, sobat, sangat indah hanya untuk minum bir tepat di tengah-tengah jantung kota Sydney, di Circular Quay dan minum bir dengan teman-temanmu. Saya sudah lelah dengan karantina ini,” ungkapnya kepada AFP.

Penikmat kafe lain, Peter Morgan (35 tahun) juga menikmati kebebasannya yang baru diperolehnya kembali.

“Meskipun di luar seperti membeku, itu sangat bagus. Hal pertama yang akan saya lakukan adalah melihat orang tua saya. Sebenarnya tidak, tidak melihat orang tua saya. Saya akan pergi ke Lakemba untuk membawa makanan Lebanon dan kemudian pergi menemui orang tua saya,” katanya,

Di seluruh kota, pelanggan berambut shaggy terlihat berbaris di luar salon-salon penata rambut untuk memotong rambut dan memperbaiki rambut yang diwarnai.

“Saya tidak sabar berada di sini untuk menata rambut. Itu adalah waktu terlama yang pernah saya jalani tanpa potong rambut,” ujar Brett Toelle, pelanggan salon di Surry Hills, yang terakhir memotong rambut pada 15 pekan yang lalu.

Sedangkan bagi kebanyakan orang, akhir dari masa karantina adalah kesempatan untuk masuk ke pertokoan.

Pada tengah malam, ratusan orang membanjiri toko diskon Kmart di pinggiran barat Sydney, Mount Druitt. Foto-foto di media sosial menunjukkan antrean panjang di dalamnya. Bagi yang lainnya lagi, ini adalah kesempatan untuk mengembalikan bisnis ke jalurnya.

“Suasana pagi ini luar biasa. Tempat duduk di luar akan sedikit suram tapi tidak apa-apa. Kami sangat senang bisa kembali ke sana dan membukanya,” kata Hannah Simmons, pemilik Gordon's Cafe di pinggiran pantai Clovelly.

Sejak Juni, toko, sekolah, salon, dan kantor telah ditutup, serta diterapkan pembatasan luar biasa pada kebebasan pribadi. Ada berbagai larangan, mulai dari bepergian lebih dari lima kilometer dari rumah, mengunjungi keluarga, bermain squash, menjelajah di supermarket hingga menghadiri pemakaman.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN