Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang warga mendengarkan pidato PM India Narendra Modi dari layar televisi, yang mengumumkan agar semua warga mengisolasi diri (lockdown) selama 21 hari untuk memutus penyebaran wabah COVID-19/IST

Seorang warga mendengarkan pidato PM India Narendra Modi dari layar televisi, yang mengumumkan agar semua warga mengisolasi diri (lockdown) selama 21 hari untuk memutus penyebaran wabah COVID-19/IST

Lockdown 21 Hari, India Siapkan US$ 2 M

Listyorini, Rabu, 25 Maret 2020 | 10:20 WIB

JAKARTA, Investor.id - Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan agar semua warga mengisolasi diri (lockdown) untuk memutus rantai penyebaran virus corona (COVID-19). Selain itu, Pemerintah India juga menjanjikan US$ 2 miliar untuk mendukung sistem perawatan kesehatan negara.

Lebih dari setengah dari 1,3 miliar penduduk India diminta menjalani lockdown hingga 31 Maret. "Untuk menyelamatkan India dan setiap orang India, akan ada larangan total untuk keluar dari rumah Anda," kata Modi. Ia menambahkan, bahwa jika negara itu gagal mengelola 21 hari ke depan dampaknya ancaman COVID-19 bisa mundur 21 tahun, demikian dikutip dari CNBC.com, Rabu (25/3/2020).

Penutupan tersebut diberlakukan di 75 distrik termasuk ibu kota New Delhi dan pusat komersial Mumbai. Pemerintah India memutuskan untuk memberlakukan jam malam di banyak tempat karena banyak warga yang tidak peduli dengan imbauan isolasi yang sifatnya sukarela.

Perdana Menteri India Narendra Modi pun menyesalkan, banyak warga tidak menganggap lockdown dengan serius. Modi telah meminta warganya untuk menyelamatkan hidupnya dan anggota keluarganya dengan tetap di dalam rumah.

Ketika diberlakukan jam malam untuk sipil selama sehari, banyak warga yang keluar di balkon mereka untuk bertepuk tangan dan memukul drum untuk menyatakan terima kasih kepada petugas kesehatan yang menyediakan layanan selama pandemi. Namun, di banyak tempat, masih banyak orang yang berseliweran di jalan.

Jam malam yang ketat telah diberlakukan di 75 distrik yang tersebar di 12 negara bagian. Di antaranya, Maharashtra, Andhra Pradesh, Chandigarh, Chattisgarh, Delhi, Gujarat, Haryana, Himachal Pradesh, Jammu dan Kashmir, Karnataka, Kerela, dan Madhya Pradesh. Hanya layanan penting yang diizinkan beroperasi di wilayah ini.

India juga menangguhkan penerbangan domestik yang membuat negara ini seperti terhenti. Maskapai komersial jadwal domestik akan berhenti beroperasi mulai dari tengah malam pukul 23.59 pada 24 Maret. Maskapai penerbangan harus merencanakan operasi untuk mendarat di tujuan mereka sebelum waktu ini. Pembatasan tidak berlaku untuk penerbangan yang membawa barang.

Indian Railways, tulang punggung konektivitas India yang mengangkut 23 juta penumpang setiap hari, telah menghentikan operasinya sejak Ahad. Layanan kereta api metro di semua kota besar juga ditangguhkan. Komisi Pemilihan India juga memutuskan menunda pemilihan Rajya Sabha (Majelis Tinggi) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret.

Pejabat kesehatan India telah melaporkan 469 kasus aktif COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus, dan 10 kematian. Pejabat telah berulang kali bersikeras bahwa belum ada bukti penyebaran komunal tetapi telah melakukan tes yang relatif sedikit untuk penyakit ini.

 

BAGIKAN