Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan truk pembawa kargo berada di atas kapal feri DFDS tiba di pelabuhan Dover, di pantai selatan Inggris, pada 18 Desember 2020. ( Foto: Ben STANSALL / AFP )

Deretan truk pembawa kargo berada di atas kapal feri DFDS tiba di pelabuhan Dover, di pantai selatan Inggris, pada 18 Desember 2020. ( Foto: Ben STANSALL / AFP )

Lonjakan Inflasi Inggris Bersifat Sementara

Kamis, 16 September 2021 | 07:01 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Inflasi tahunan Inggris melonjak pada Agustus 2021 ke level tertinggi dalam sembilan tahun karena kegiatan ekonomi meningkat seiring dibukanya pembatasan-pembatasan terkait pandemi Covid-19. Tetapi angka tahun lalu terdistorsi oleh skema diskon restoran.

Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris menyatakan pada Rabu (15/9), indeks harga konsumen (IHK) melonjak jadi 3,2% atau level tertinggi sejak Maret 2012.

Angka itu menandai rekor akselerasi dari 2,0% pada Juli 2021, tetapi ONS mengingatkan bahwa kenaikan harga-harga ini akan terjadi sementara.

Pasar global bergerak naik turun tahun ini, karena kekhawatiran bahwa bank sentral akan mengakhiri langkah-langkah dukungan Covid-19 untuk menjinakkan inflasi. Tetapi regulator Inggris tersebut bersikeras kenaikan harga-harga akan berumur pendek.

Namun bank sentral Inggris atau BoE telah mengingatkan inflasi akan mencapai 4,0% atau dua kali lipat dari targetnya, di kuartal IV-2021 tentang pembukaan kembali ekonomi dan krisis pasokan global yang dipicu oleh pandemi.

"Agustus 2021 melihat kenaikan terbesar dalam inflasi tahunan dari bulan ke bulan (MoM) sejak seri ini diperkenalkan hampir seperempat abad yang lalu," kata ahli statistik ONS Jonathan Athow, Rabu (15/9), yang dikutip AFP.

Namun, tambah dia, sebagian besar kemungkinan ini bersifat sementara karena tahun lalu harga restoran dan kafe turun secara substansial akibat skema 'Eat Out To Help Out'.

Inflasi pada Agustus 2020 telah tertekan oleh skema diskon dan pemotongan pajak sementara, yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi yang dilanda Covid-19.

"Sebagian besar kenaikan Agustus 2021 adalah karena perbandingan dengan 2020 yang lemah, dengan Agustus lalu telah terlihat baik pemotongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sektor perhotelan dan skema Eat Out to Help Out," kata ekonom EY Martin Beck.

ONS menambahkan pada Rabu bahwa produsen mengalami kenaikan biaya besar. Harga bahan baku melonjak 11% di tahun ini hingga Agustus 2021, naik dari 10,4% pada Juli 2021.

Pemulihan ekonomi Inggris sedang mendatar sebagai akibat dari pandemi yang membandel, kemacetan rantai pasokan, dan kenaikan harga komoditas.

Ekonomi tumbuh hanya 0,1% pada Juli 2021 dibandingkan dengan 1,0% pada Juni 2021. Para ekonom khawatir bahwa lonjakan inflasi global akan terus membebani pemulihan ekonomi dunia.

Gubernur BoE Andrew Bailey sebelumnya mengatakan bahwa harga-harga akan terus melonjak tahun ini karena pandemi berkepanjangan.

"Kami memiliki dua hal yang terjadi secara global. Salah satunya adalah peningkatan permintaan global dan khususnya permintaan global untuk barang. Itu telah mengarah ke atas tekanan pada harga komoditas," kata Bailey pekan lalu.

Kondisi itu memukul perdagangan dunia dan menyebabkan masalah rantai pasokan di seluruh dunia, yang juga diperparah oleh kekurangan semikonduktor yang kronis.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN