Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang fotografer, mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19, sedang berjalan di bawah sistem desinfeksi yang dipasang di Pusat Pers Internasional untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Jepang, pada 21 Juli 2021. ( Foto: YURI CORTEZ / AFP )

Seorang fotografer, mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19, sedang berjalan di bawah sistem desinfeksi yang dipasang di Pusat Pers Internasional untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Jepang, pada 21 Juli 2021. ( Foto: YURI CORTEZ / AFP )

Lonjakan Kasus di Tokyo Menggelisahkan Panitia Olimpiade

Kamis, 29 Juli 2021 | 06:44 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

TOKYO, investor.id – Jumlah kasus harian virus Covid-19 di Tokyo, Jepang mencapai 3.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (28/7). Beberapa wilayah lain mempertimbangkan pembatasan darurat untuk mengatasi lonjakan infeksi.

Tokyo, yang sudah berada dalam status keadaan darurat virus karena menjadi tuan rumah Olimpiade, melaporkan 3.117 kasus. Gubernur Tokyo Yuriko Koike meminta orang-orang untuk menghindari warga bepergian yang tidak perlu dan tidak mendesak.

Program vaksinasi di Jepang dimulai dengan lambat dan hanya sedikit di atas 25% populasi yang telah mendapatkan dua suntikan.

"Saya ingin anak muda divaksinasi. Perilaku anak muda adalah kuncinya. Saya mohon kerja samanya," kata Koike.

Jepang sebelumnya relatif tak terdampak parah oleh pandemi ini. Negeri Matahari Terbit ini mencatatkan sekitar 15.000 kematian dan tidak sampai menjalankan karantina panjang seperti negara-negara lain.

Keadaan darurat yang berlaku di Tokyo sebagian besar membatasi jam buka bar dan restoran, serta melarang bisnis menjual alkohol. Meski demikian, para ahli telah memperingatkan kepatuhan menurun dan jumlah kasus baru melonjak di kalangan anak muda.

Kasus juga meningkat di tempat lain dan tiga wilayah di sekitar Tokyo, yakni Chiba, Saitama, dan Kanagawa. Otoritas setempat sekarang sedang mempertimbangkan untuk mencari status darurat virus dari pemerintah nasional.

Lonjakan kasus kemungkinan akan meningkatkan pengawasan Olimpiade, dengan kekhawatiran terus-menerus tentang apakah acara tersebut dapat mendorong infeksi.

Peserta Olimpiade menghadapi berbagai batasan, termasuk pengujian reguler dan batasan pergerakan mereka.

Sebanyak 124.358 hasil tes atlet Olimpiade dan tim panitia bulan ini mengungkapkan hanya 22 kasus positif yang dikonfirmasi, menurut pernyataan penyelenggara Tokyo 2020. Angka tersebut belum termasuk tes kedatangan di bandara.

Juru bicara pemerintah Katsunobu Kato meminta warga Jepang untuk menghindari pertemuan dan minum dalam kelompok, menyarankan orang-orang menonton Olimpiade di rumah.

Fans dilarang dari hampir semua tempat pertandingan Olimpiade, meskipun orang-orang telah muncul di jalan-jalan umum tempat kompetisi berlangsung.

Namun warga Tokyo Takahiko Nimomoya mengatakan dirinya khawatir dengan meningkatnya jumlah kasus virus.

"Saya pikir pemerintah tidak merasakan keseriusan situasi ini. Mereka hanya fokus pada Olimpiade," kata pria berusia 55 tahun itu kepada AFP.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN