Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kedai kopi Luckin Coffee. ( Foto: Handout / asiatimes.com )

Kedai kopi Luckin Coffee. ( Foto: Handout / asiatimes.com )

Skandal Pemalsuan Angka Penjualan

Luckin Coffee dan Perusahaan Terkait Didenda Hampir US$ 9 Juta

Rabu, 23 September 2020 | 07:42 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar Tiongkok atau China's State Administration for Market Regulation pada Selasa (22/9), mengatakan telah mendenda 45 perusahan, termasuk Luckin Coffee, sebanyak 61 juta yuan (US$ 8,98 juta) atas tindak penipuan dengan memalsukan catatan penjualan Luckin dan menyesatkan publik .

Skandal tersebut membuat perusahaan asal Negeri Tirai Bambu itu dihapuskan dari pencatatan saham (delisted) di bursa Nasdaq Amerika Serikat (AS), dan digulingkannya dua pejabat eksekutif tinggi.

Sementara itu, hasil penyelidikan oleh Kementerian Keuangan Tiongkok mengungkap bahwa Luckin – rival Starbucks di Tiongkok – telah menaikkan angka transaksi pada tahun lalu melalui kupon-kupon palsu senilai 2,25 miliar yuan (US$ 330 juta), dan menggelembungkan pendapatan penjualan 2019 sekitar 2,12 miliar yuan (US$ 311 juta).

Regulator pasar Tiongkok juga menyampaikan bahwa dari hasil penyelidikan menemukan Luckin – dengan dibantu perusahaan-perusahaan lain – telah secara salah meningkatkan pendapatan penjualan, biaya, dan margin keuntungan 2019. Oleh karena itu, mereka dikenakan denda gabungan sebanyak 61 juta yuan.

“Mulai Agustus tahun lalu hingga April, perusahaan juga menggunakan data pemasaran palsu untuk menipu dan menyesatkan publik. Ini bertentangan dengan undang-undang persaingan tidak sehat Tiongkok,” kata regulator pasar pada Selasa, seperti dikutip dari AFP.

Lebih dari 40 perusahaan pihak ketiga, termasuk Beijing Auto World Consulting Service dan Beijing Shenzhou Youtong Technology Development, diketahui ikut memberikan bantuan substantif untuk iklan palsu tersebut.

Menanggapi denda tersebut, Luckin mengatakan pada Selasa bahwa mereka menghormati dan akan dengan tegas menerapkan keputusan itu setelah penyelidikan.

Perusahaan juga mengatakan telah melakukan perbaikan komprehensif pada masalah-masalah terkait, seraya menambahkan bakal mengelola kegiatan bisnis sesuai dengan hukum, dan peraturan demi memastikan operasi yang stabil.

Diluncurkan pada 2017, rantai kopi Tiongkok itu bertujuan melengserkan kehadiran Starbucks di Tiongkok. Perusahaan melancarkan strategi pertumbuhan yang agresif, memikat pelanggan dengan model pembelian berbasis aplikasi yang memprioritaskan opsi takeaway dan pengiriman, dan limpahan kupon melalui ponsel.

Namun sejak April tahun ini, saham perusahaan terjun bebas menyusul terungkap skandal, bahwa seorang eksekutif puncak telah memalsukan catatan keuangan perusahaan.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN