Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Calon presiden (capres) Argentina Alberto Fernandez dari Partai Frente de Todos (Fron untuk Semua) dan capres petahana Mauricio Macri dari Partai Juntos por el Cambio (Bersama untuk Berubah) dalam kegiatan pemungutan suara antarkandidat partai untuk pemilihan presiden (pilpres) di Buenos Aires, Argentina pada 11 Agustus 2019.   AFP / Juan MABROMATA DAN Alejandro PAGNI

Calon presiden (capres) Argentina Alberto Fernandez dari Partai Frente de Todos (Fron untuk Semua) dan capres petahana Mauricio Macri dari Partai Juntos por el Cambio (Bersama untuk Berubah) dalam kegiatan pemungutan suara antarkandidat partai untuk pemilihan presiden (pilpres) di Buenos Aires, Argentina pada 11 Agustus 2019. AFP / Juan MABROMATA DAN Alejandro PAGNI

Macri Kalah, Peso Argentina Anjlok 14%

Iwan Subarkah Nurdiawan, Selasa, 13 Agustus 2019 | 11:00 WIB

BUENOS AIRES, investor.id – Nilai tukar peso Argentina anjlok 14% terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (12/8), setelah Presiden Mauricio Macri akhir pekan lalu kalah telak dalam pemungutan suara antarkandidat partai untuk pemilihan presiden (pilpres) Oktober mendatang.

Dari penutupan 46,55 per dolar AS pada Jumat pekan lalu, peso Argentina dibuka pada level 53 per dolar AS pada Senin.

Sebelum pembukaan pasar, Macri meminta pertemuan dengan Guido Sandleris, gubernur bank sentral Argentina. Sedangkan rapat kabinet yang sedianya pagi hari, dimundurkan jadi pukul 15:30 waktu setempat.

Pada Minggu (11/8) waktu setempat, Macro yang pro-bisnis dan dari kubu kanan-tengah kalah dalam upayanya terpilih kembali pada pilpres Oktober 2019. Perolehan suaranya berselisih 15 poin dari kandidat kubu kiri-tengah, Peronis, Alberto Fernandez.

“Presiden tidak bisa tenang. Pasar memberikan peringatan bahwa pemerintah sudah menempatkan diri sendiri dalam posisi gawat,” ujar Fernandez, kepada Radio 10, Senin.

Macri hanya meraih 32% suara pada pemungutan suara antarkandidat partai tersebut. Padahal pemilihan tersebut merupakan jajak pendapat nasional pra-pilpres, sementara seluruh partai besar sudah menetapkan para calon presidennya. “Mengecewakan karena kami tidak mendapatkan dukungan yang sesuai harapan,” kata Macri.

Adapun Fernandez meraih suara 47%. Jika ia berhasil mengulang hasil itu pada pilpres 27 Oktober 2019, ia akan menang langsung, alias tidak perlu putaran kedua pada 24 November 2019.

Undang-undang pemilu di Argentina mensyaratkan capres untuk meraih 45% suara agar menang langsung. Atau 40% dan unggul setidaknya 10% dari pesaing terdekat.

“Kita akan memulai babak baru. Kita selalu mampu memperbaiki persoalan-persoalan yang kita buat,” ujar Fernandez, di hadapan ribuan pendukungnya di ibukota Buenos Aires, Minggu malam waktu setempat.

Ia juga berjanji untuk bekerja keras kepada bukan pemilihnya, untuk dapat memahami program-programnya. Sedangkan Macri yang berharap terpilih kembali, sekarang peluangnya itu hampir sirna.

“Bakal sulit untuk membalikkan ketertinggalan hingga lima poin pun karena polarisasi pemilih. Tidak ada celah untuk mengklaim suara,” ujar pengamat politik Raul Aragon.

Macri sekarang harus berupaya membalikkan kemustahilan untuk meraih suara tiga kali lebih banyak. “Kami mendapatkan hasil buruk sehingga harus menggandakan seluruh upaya mulai besok,” ujar Macri.

Popularitas sang presiden anjlok sejak krisis mata uang tahun lalu dan kecaman atas dana talangan US$ 56 miliar yang ia dapatkan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Adapun Fernandez selalu menempati urutan teratas dalam hasil-hasil jajak pendapat teranyar. Dukungan terhadapnya meningkat setelah memilih bakal calon wakil presiden, yang meski tercoreng korupsi tapi masih mendapatkan banyak dukungan, yakni mantan presiden Cristina Kirchner.

Menteri Dalam Negeri Rogelio Frigerio mengatakan, pilpres tahun ini dapat diikuti oleh 34 juta pemilih yang berhak. (afp/sn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN