Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah mengenakan masker, saat berdoa dalam upacara pembukaan untuk masa jabatan ketiga dari sidang parlemen ke-14 di Kuala Lumpur, pada 18 Mei 2020. ( Foto: Nazri Rapaai / Malaysia

Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah mengenakan masker, saat berdoa dalam upacara pembukaan untuk masa jabatan ketiga dari sidang parlemen ke-14 di Kuala Lumpur, pada 18 Mei 2020. ( Foto: Nazri Rapaai / Malaysia

Malaysia Darurat Covid Hingga Agustus

Rabu, 13 Januari 2021 | 07:02 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

KUALA LUMPUR, investor.id – Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agung Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, pada Selasa (12/1) mengumumkan keadaan darurat nasional hingga 1 Agustus 2021 atau selama lebih dari enam bulan guna melawan lonjakan kasus virus corona Covid-19. Beliau juga sekaligus menangguhkan sesi parlemen.

Namun, para kritikus menuding keputusan keadaan darurat ini sebagai upaya pemerintah – yang tidak stabil – untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah setuju untuk mengumumkan keadaan darurat hingga 1 Agustus menyusul permintaan dari Perdana Menteri Muhyiddin Yassin,” demikian pernyataan istana negara, yang dikutip AFP, pada Selasa (12/1).

Menurut laporan, langkah mengejutkan tersebut selang sehari setelah Muhyiddin mengumumkan pembatasan baru di sebagian besar negara Malaysia. Pembatasan ini termasuk penutupan sebagian besar kegiatan bisnis. Dia juga memperingatkan, bahwa sistem kesehatan berada “pada titik puncak”.

Itu adalah untuk kali pertama Malaysia mengumumkan keadaan darurat nasional dalam lebih dari setengah abad.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Muhyiddin juga memastikan penangguhan parlemen dan tidak akan melangsungkan pemilihan umum (pemilu) untuk saat ini. Dia berkeras pemerintah sipil akan terus berfungsi.

“Deklarasi darurat bukanlah kudeta militer, dan jam malam tidak akan diberlakukan,” ujar Muhyiddin, yang dalam 10 bulan memerintah telah menunjukkan tanda-tanda kehancuran.

Dia menegaskan komitmennya untuk mengadakan pemilu, setelah wabah Covid-19 di Malaysia berhasil dikendalikan.

Pengumuman keadaan darurat muncul setelah sekutu koalisi utama Muhyiddin mulai menarik dukungan, yang mana bisa menyebabkan runtuhnya pemerintah dan menghentikan pemungutan suara nasional – yang oleh beberapa orang dikhawatirkan memperburuk penyebaran wabah virus corona.

Sebagai informasi, pelaksaanaan pemilihan kepala daerah tahun lalu dituding sebagai penyebab gelombang baru infeksi Covid-19 yang menyebar secara nasional.

Muhyiddin sendiri nyaris lolos dari serangkaian penolakan di parlemen sejak menjabat. Tetapi, sekarang suara mayoritasnya dianggap telah hilang.

Pejalan kaki memakai masker, sedang berjalan di jalan di Kuala Lumpur pada 12 Januari 2021. Otoritas Malaysia akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat untuk mencoba menghentikan penyebaran virus corona Covid-19. ( Foto: Mohd Rasfan / AFP )
Pejalan kaki memakai masker, sedang berjalan di jalan di Kuala Lumpur pada 12 Januari 2021. Otoritas Malaysia akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat untuk mencoba menghentikan penyebaran virus corona Covid-19. ( Foto: Mohd Rasfan / AFP )

Sembunyi Di Balik Virus

Aliansi oposisi Pakta Harapan – yang mencakup politisi veteran Anwar Ibrahim – mengatakan, langkah keadaan darruat tidak dapat diterima karena aturan karantina atau lockdown parsial yang diumumkan awal pekan ini sudah cukup untuk mengatasi penyebaran virus.

“Kekuatan darurat memberi perdana menteri kekuasaan absolut untuk melakukan apapun yang dia inginkan. Jangan bersembunyi di balik virus corona, dan membebani rakyat dengan mengumumkan keadaan darurat dalam upaya menyelamatkan diri,” kata para pemimpin pakta itu dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya Muhyiddin menyampaikan, selain menangguhkan kehidupan politik, deklarasi keadaan darura memberikan kekuasaan kepada pemerintah untuk mengambil alih rumah sakit swasta karena fasilitas pemerintah yang sudah kewalahan, serta mendapatkan bantuan tambahan dari militer dan polisi.

Menurut istana, keadaan darurat bisa dicabut lebih awal jika penambahan kasus infeksi melambat.

Sepanjang tahun lalu, Pemerintah Malaysia terus berusaha mengendalikan penularan virus melalui aturan karantina yan sulit. Tetapi begitu pembatasan dikurangi, kasus-kasus infeksi meningkat secara dramatis. Tercatat, sebanyak 3.309 kasus infeksi dilaporkan pada Selasa sehingga total terdapat ebih dari 141.000 kasus, dan 559 jiwa meninggal dunia.

Bursa saham Kuala Lumpur pun dilaporkan merosot tajam setelah keadaan darurat diumumkan. Namun, kembali pulih dan menutup sesi perdagangan 0,32%.

Sebagai informasi, Muhyiddin pertama kali mencoba membujuk raja untuk mengumumkan keadaan darurat pada Oktober, tetapi ditolak. Terakhir kali keadaan darurat diumumkan secara nasional pada 1969, sebagai tanggapan atas kerusuhan rasial yang mematikan.

Sejak Maret 2020, Malaysia telah berada dalam kekacauan ketika Muhyiddin berkuasa tanpa melalui proses pemilihan umum, menyusul pengunduran diri perdana menteri Mahathir Mohamad dan runtuhnya pemerintahan reformisnya.

Mahathir (95 tahun) memimpin aliansi oposisi meraih kemenangan bersejarah pada pemungutan suara penting pada 2018, dan menggulingkan koalisi penuh korupsi yang telah memerintah negara itu selama enam dekade.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN