Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Executive Officer (CEO) Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA, Alexandre De Juniac. ( Foto: Fabrice Coffrini / AFP / Getty Images )

Chief Executive Officer (CEO) Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA, Alexandre De Juniac. ( Foto: Fabrice Coffrini / AFP / Getty Images )

Maskapai Butuh US$ 70-80 M Lagi untuk Tetap Mengudara

Sabtu, 21 November 2020 | 07:27 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Maskapai penerbangan di seluruh dunia masih membutuhkan tambahan dana US$ 70-80 miliar lagi untuk tetap bisa mengudara. Bisnis penerbangan komersial global jatuh sejak pandemi Covid-19 di awal tahun dan sekarang muncul gelombang kedua penularannya di sejumlah negara.

“Untuk beberapa bulan ke depan, industri ini diperkirakan butuh tambahan dana bantuan US$ 70-80 miliar. Kalau tidak, mereka takkan dapat bertahan,” ujar Direktur Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau International Air Transport Association (IATA) Alexandre de Juniac, kepada La Tribune dan dikutip AFP, Jumat (20/11).

Maskapai penerbangan di seluruh dunia menjadi salah satu sektor yang terdampak paling parah oleh pandemi Covid-19. Langkah-langkah pembatasan pergerakan orang dan kegiatan ekonomi membuat perjalanan udara menukik tajam. Walaupun para maskapai sudah menerima dana bantuan sekitar US$ 160 miliar.

“Semakin panjang krisis ini, semakin besar risiko kebangkrutan (maskapai). Ada hampir 40 maskapai yang kondisinya sangat berat atau sudah dalam perlindungan kepailitan,” tambah de Juniac.

Pembatasan perjalanan yang diterapkan di seluruh dunia selama gelombang pertama penularan Covid-19 telah memaksa banyak maskapai untuk mengandangkan armadanya. Mereka kemudian ditolong pemerintah lewat berbagai bentuk bantuan. Baik pinjaman, suntikan dana tunai, dan bantuan bagi para pekerja yang dirumahkan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN