Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

Mendag AS: Kesepakatan dengan Tiongkok Tidak di G-20

SN, Rabu, 12 Juni 2019 | 08:46 WIB

WASHINGTON – Menteri Perdagangan (Mendag) Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross pada Selasa (11/6) mengatakan, pertemuan puncak G-20 bulan ini di Osaka, Jepang dapat menghasilkan kemajuan bagi tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Tapi ia menekankan perjanjian definitif tidak akan terjadi dalam acara tersebut.

Satu hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan putaran tarif baru terhadap Tiongkok, jika Presiden Xi Jinping tidak datang dan bertemu dengannya di sela acara tersebut.

Ross membela strategi agresif yang dijalankan oleh Trump. Pembicaraan antara AS dan Tiongkok terhenti bulan lalu, setelah Trump menuding Tiongkok mengingkari komitmen-komitmen selama perundingan. Ditambah daftar hitam terhadap raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei.

Kedua negara sudah saling mengenakan tarif terhadap barang impor masing-masing senilai total US$ 360 miliar. Kebuntuan pembicaraan ini diharapkan berakhir jika Xi dan Trump bertemu dan berbicara di sela pertemuan puncak G-20. Namun Ross menepis ekspektasi bahwa perjanjian final akan tercapai di sana. Ia mengatakan, ada ribuan halaman dokumen yang harus disepakati kedua pihak.

“Di G-20, paling mungkin ada kemajuan menuju tercapainya sebuah perjanjian. Tapi yang jelas tidak akan terjadi perjanjian definitif,” ujar Ross kepada CNBC.

Tapi ia menegaskan bahwa pada akhirnya kedua pihak akan mencapai kesepakatan. “Bahkan perang pun berakhir dengan negosiasi,” kata dia.

Pemerintahan Trump bulan lalu mulai memproses pengenaan tariff 25% atas US$ 300 miliar barang impor Tiongkok. Pada Senin (10/6), ia mengancam tarif itu akan langsung diberlakukan jiika Xi tidak datang ke Osaka.

Ross mengatakan, reaksi pasar finansial terlalu berlebihan terhadap berbagai ancaman tarif tersebut. Termasuk ancaman tarif terhadap Meksiko. Menurut Ross, perseteruan tentang tarif menghasilkan hal-hal yang baik.

“Menurut saya yang harus dipahami oleh orang-orang adalah nilai lah pemerintahan ini dari hasil kerjanya. Jangan pada proses yang berjalan,” kata Ross.

Trump menjelaskan hal tersebut via Twitter, pada Selasa. Tarif, kata dia, adalah instrumen negosiasi yang sangat hebat.

“Penghasil pendapatan yang sangat besar dan yang terpenting adalah cara yang ampuh untuk menarik perusahaan-perusahaan datang ke AS dan menarik kembali perusahaanperusahaan yang sebelumnya meninggalkan kita,” tutur Trump. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA