×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menderita Kerugian Selama Bertahun-tahun

Happy Amanda Amalia, Rabu, 13 Maret 2019 | 13:00 WIB

Sementara itu, Malaysia Airlines mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Khazanah pada fase selanjutnya terkait rencana perubahan sejak September tahun lalu.

Sebelumnya, pendiri perusahaan konsultan penerbangan Endau Analytic Shukor Yusuf menilai operasional bisnis maskapai penerbangan Malaysia Airlines sudah selayaknya ditutup, menyusul kerugian yang diderita maskapai tersebut selama bertahun-tahun.

Menurut Shukor, tidak akan ada masalah terkait kapasitas apabila Malaysia Airlines menghentikan operasional bisnisnya, sebab kekosongannya akan diisi oleh maskapai lain.

“MAS harus ditutup. Tidak ada alasan ekonomi atau keuangan untuk mempertahankannya dalam kondisi seperti saat ini. Bisnis yang merugi tidak dapat berlanjut tanpa batas waktu,” kata Shukor kepada New Straits Times, belum lama ini.

Jika maskapai nasional tersebut ditutup, lanjut Shukor, asetnya dapat digunakan untuk membayar utang, sementara beberapa pekerjanya dapat dialihkan ke maskapai lain, seperti Malindo Airways atau AirAsia.

“Menurut saya, yang lebih penting adalah menangani orang-orang yang bertanggung jawab atas kehancuran MAS. Harus ada yang bertanggungjawab,” tambah dia.

Di sisi lain, hilangnya pesawat jet MH370 milik Malaysia Airlines pada 8 maret 2014, saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing tetap menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia. Saat peristiwa itu, pesawat tengah membawa 239 orang, yang mayoritas adalah warga negara Tiongkok. Bahkan, proses pencarian yang di lakukan di zona Samudra Hinda seluas 120.000 kilometer persegi (km2) tidak menemukan tandatanda keberadaan pesawat. Proses pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan, yang dipimpin Australia pun dihentikan pada Januari 2017.

Kemudian perusahaan eksplorasi AS yang meluncurkan pencarian tersendiri pada tahun lalu, juga berakhir setelah beberapa bulan menjelajahi dasar laut tanpa hasil. (afp)

BAGIKAN