Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tangkapan Layar saat Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers di Phnom Penh, Kamboja pada 13/11. (Foto: ANTARA/Azis Kurmala)

Tangkapan Layar saat Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers di Phnom Penh, Kamboja pada 13/11. (Foto: ANTARA/Azis Kurmala)

Menlu: Keketuaan Indonesia di Asean 2023 Hadapi Tantangan Multidimensi

Senin, 14 Nov 2022 | 09:34 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

PHNOM PENH, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan keketuaan Indonesia di Asean pada 2023 akan menghadapi kondisi dunia yang belum kondusif dan masih mengalami tantangan multidimensi.

“Presiden Joko Widodo menerima tongkat keketuaan Asean dari Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Keketuaan ini akan mulai berlaku 1 Januari sampai 31 Desember 2023,” ujar Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan keterangan pers di Phnom Penh, Kamboja, Minggu malam (13/11).

Ia mengatakan keketuaan Indonesia dijalankan saat situasi dunia masih dalam kondisi tidak mudah. Dari sisi geopolitik maupun ekonomi, situasi global masih belum kondusif dan dunia masih mengalami tantangan multidimensi, katanya.

Baca juga: Jadi Ketua Asean 2023, Presiden Jokowi: Asean Jadi Kawasan Bermartabat

Advertisement

“Tantangan dari sisi geopolitik, rivalitas akan tetap tajam. Kita berharap rivalitas ini tetap dapat dikelola sehingga tidak muncul konflik terbuka atau perang baru. Pengelolaan yang sama juga penting dilakukan di kawasan Indo Pasifik dan juga Asia Tenggara,” kata Menlu Retno, Minggu.

Dilihat dari sisi ekonomi global, menurutnya, jika negara dunia tidak segera memperkuat kerja sama terutama dalam mengatasi krisis pangan, energi, dan semakin sempitnya ruang fiskal negara berkembang serta masalah pupuk maka situasi ekonomi dunia tahun depan akan semakin suram.

“Kita patut bersyukur di tengah pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan terus menurun, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia,” kata dia.

Retno mengatakan kawasan Asia Tenggara memang pernah terdampak krisis keuangan yang cukup dalam, namun setelah itu memiliki kinerja ekonomi yang cukup kuat.

Ia menekankan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asean hampir selalu di atas rata-rata pertumbuhan dunia.

“Misalnya, pada 2012 Asean mencapai pertumbuhan 6,2% dan dunia 2,7%. Pada 2015 Asean 4,8%, dunia 3,1%. Pada 2018 Asean 5,2% sementara dunia 3,3%. Dan pada 2019 Asean 4,6%, dunia 2,6%,” paparnya.

Menlu Retno juga menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asean pada 2022 sebesar 5,1%, yakni diprediksi lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia yang sebesar 3,2%.

(kiri ke kanan) Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan, Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-o-cha, PM Vietnam Pham Minh Chinh, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, PM Kamboja Hun Sen, Presiden RI Joko Widodo, Presiden Brunei Sultan Hassanal Bolkiah, PM Laos Phankham Viphavanh, dan ketua majelis rendah Malaysia Azhar Azizan Harun berfoto saat KTT Asean-PBB sebagai bagian dari KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke-40 dan ke-41 di Phnom Penh, Kamboja pada 11 November 2022. (FOTO: TANG CHHIN SOTHY / AFP)

“Kalau kita lihat kinerja ekonomi masing-masing negara Asean untuk tahun ini juga cukup baik, misalnya Indonesia. Untuk kuartal ketiga, Indonesia membukukan pertumbuhan ekonomi 5,72%, naik dari 5,4% pada kuartal kedua,” kata dia.

Menurut Retno, tren positif itulah yang ingin dijaga oleh Indonesia yang ingin menjadikan kawasan Asia Tenggara tetap menjadi pusat pertumbuhan atau Epicentrum of Growth.

Baca juga: Jokowi: Asean Plus Three Harus Siap Tangani Krisis Pangan dan Resesi Ekonomi

Tren itu akan dapat dijaga jika Asean tetap mampu menjadi motor stabilitas kawasan dan menjaga sentralitas.

“Jika Asean mampu menangani kejahatan-kejahatan lintas batas, jika Asean terus memperkuat ketahanan kesehatan, energi, pangan, dan keuangan ... Jika Asean terus memperhatikan kepentingan rakyatnya termasuk para pekerja migran, jika Asean terus memberikan perhatian terhadap peningkatan proteksi dan promosi (hak asasi manusia) HAM dan yang tidak kalah pentingnya lebih mendekatkan Asean dengan kepentingan rakyat,” ujar Menlu Retno, menjabarkan misi untuk mencapai visi tersebut.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com