Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab Mariam Almheiri. (Foto: Mohammad Ali Harissi / AFP)

Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab Mariam Almheiri. (Foto: Mohammad Ali Harissi / AFP)

Menteri Iklim UEA: Selama Minyak dan Gas Dibutuhkan, Kami Berikan

Rabu, 28 September 2022 | 16:57 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

ABU DHABI, investor.id – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akan terus menjadi pemasok energi dunia selama dibutuhkan, kata Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA Mariam Almheiri.

“Selama dunia membutuhkan minyak dan gas, kami akan memberikannya kepada mereka,” kata Almheiri, dilansir dari CNBC pada Rabu (28/9), di sela-sela kunjungan Kanselir Jerman Olaf Scholz ke UEA.

Baca juga: Menkeu Yellen Memuji Insentif Pajak Energi Bersih yang Disahkan Biden

Scholz mengunjungi kawasan Teluk selama akhir pekan, dengan fokus mengamankan pasokan bahan bakar fosil baru dan mengurangi ketergantungan Jerman pada impor energi Rusia.

Pada Minggu (25/9) pemerintah UEA menandatangani perjanjian untuk mengirimkan gas alam cair (LNG) ke Jerman, dengan pengiriman pertamanya akan tiba di akhir tahun ini.

LNG bukanlah sumber energi terbarukan, tetapi dianggap sebagai alternatif yang lebih bersih untuk minyak dan batubara.

UEA adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, memproduksi rata-rata 3,2 juta barel minyak dan cairan per hari.

Investasi dalam Energi Terbarukan

Meski demikian, Almheiri menekankan pentingnya berinvestasi pada energi terbarukan.

“Kita harus berhati-hati ... karena pembahasan sedang terjadi dan ini semua tentang energi, tetapi sangat penting kita tidak kehilangan konteks pertumbuhan ekonomi, (dan) iklim juga di dalamnya,” katanya.

Baca juga: Selandia Baru Melarang Ekspor Hewan Hidup Lewat Laut

Mengacu pada investasi UEA dalam proyek energi terbarukan, dia kembali memberi penjelasan.

“Ini bukan hanya tentang produksi ... Anda harus melihat penyimpanannya, Anda harus melihat jaringannya, Anda harus melihat distribusinya. Ini adalah jaringan yang kompleks,” kata Almheiri.

“Sangat penting bahwa pertumbuhan ekonomi, keamanan energi, dan aksi iklim harus bekerja sama,” imbuhnya.

Dia mencontohkan Jerman, yang tahun lalu mengumumkan ambisinya untuk menghapus batubara pada 2030. Tetapi anggota parlemen mengumumkan awal bulan ini bahwa negara itu akan kembali membakar batubara untuk melewati musim dingin.

Krisis Pangan dan Air

Menteri mengatakan UEA menghadapi krisis besar lainnya, yakni krisis makanan.

“Makanan sebenarnya sama pentingnya dengan energi karena sistem pangan menyebabkan atau berkontribusi pada sepertiga dari emisi gas rumah kaca,” kata Almheiri.

Kelangkaan air adalah masalah lain bagi UEA, tambahnya.

Baca juga: Rusia Klaim Kemenangan Voting Aneksasi 4 Wilayah Ukraina

Sebuah laporan oleh Orient Planet Research menemukan bahwa negara-negara wilayah Teluk perlu meningkatkan pasokan airnya sebesar 77% untuk memenuhi kebutuhan penduduknya dalam 30 tahun ke depan.

Almheiri menekankan pentingnya berinovasi untuk mengamankan pasokan air, melalui sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan kelembaban dari udara.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com