Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi jarum suntik dengan latar belakang varian-varian virus SARS-Cov-2, yang terdiri atas Alpha, Beta, Delta, Gamma dan Omicron.  Foto ilustrasi: Lionel Bonaventure / AFP

Ilustrasi jarum suntik dengan latar belakang varian-varian virus SARS-Cov-2, yang terdiri atas Alpha, Beta, Delta, Gamma dan Omicron. Foto ilustrasi: Lionel Bonaventure / AFP

Menteri Inggris: Omicron Menyebar di Antara Usia 50-an

Selasa, 4 Januari 2022 | 04:35 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Varian Omicron dari Covid-19 menyebar di antara orang berusia di atas 50 tahun, kata Menteri Pendidikan Inggris Nadhim Zahawi. Tetapi data tidak menyarankan pembatasan lanjutan perlu dilakukan, karena penyerapan vaksin tambahan (booster) yang tinggi oleh kelompok lanjut usia (lansia).

“Kami melihat celah ke usia di atas 50-an dalam hal infeksi. Mereka mendapat vaksin booster, sebanyak 90% dari lebih dari penduduk usia 50-an sudah mendapat booster,” katanya kepada radio BBC, Senin (3/1).

Dia mengatakan pemerintah akan menilai situasi di Inggris pada Rabu (5/1). “Tidak ada apa-apa dalam data di momen yang akan membuat saya percaya bahwa kita perlu melangkah lebih jauh,” imbuhnya.

Meskipun ada penurunan jumlah kasus harian di Inggris, seorang menteri senior mengatakan pemerintah memiliki kekhawatiran baru tentang varian Omicron dari Covid-19 yang mulai menyebar pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

“Mereka adalah orang-orang yang, jika Anda ingat di gelombang sebelumnya, berakhir di rumah sakit dengan infeksi parah hingga rawat inap dan sayangnya tingkat kematian meningkat,” kata Nadhim Zahawi kepada program Today BBC Radio 4.

Ia menambahkan, 90% dari kelompok usia tersebut telah menerima suntikan booster. Menteri pendidikan juga mengatakan prioritas utamanya adalah untuk memastikan sekolah tetap buka selama gelombang infeksi saat ini, setelah menyaksikan pelajaran menyakitkan dari karantina tahun lalu di puncak pandemi.

Untuk mengekang penyebaran Omicron di kelas-kelas, siswa yang kembali ke sekolah di Inggris akan diuji setidaknya sekali. Siswa diminta untuk melakukannya di rumah dua kali seminggu. Mereka juga akan diminta untuk memakai masker wajah setiap saat.

Negara ini termasuk di antara negara-negara Eropa yang paling terpukul oleh pandemi, mencatat hampir 149.000 kematian. Pemerintah menghitung hampir 163.000 kasus baru pada Sabtu (1/1).

Pemerintah Inggris, yang hanya bertanggung jawab atas kebijakan kesehatan di Inggris, sejauh ini menolak untuk mengekang sosialisasi dan acara besar.

Di Inggris, pemerintah bulan lalu mengamanatkan penggunaan masker di sebagian besar tempat, bekerja dari rumah jika memungkinkan, dan sistem izin Covid-19 untuk klub malam dan acara besar. Tetapi langkah-langkah lebih lanjut terlihat di bagian lain Inggris. Pemerintah bergantung pada program vaksinasi yang ditingkatkan. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN