Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tengah) saat memimpin rapat kabinet mingguan di Yerusalem pada 8 Desember 2019. Netanyahu menggembar-gemborkan rencananya untuk mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki dan pemukiman Israel dalam upaya terakhir untuk mencegah pemilihan umum lagi. ( Foto: AFP / POOL / RONEN ZVULUN )

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tengah) saat memimpin rapat kabinet mingguan di Yerusalem pada 8 Desember 2019. Netanyahu menggembar-gemborkan rencananya untuk mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki dan pemukiman Israel dalam upaya terakhir untuk mencegah pemilihan umum lagi. ( Foto: AFP / POOL / RONEN ZVULUN )

Untuk Cegah Pemilu Lagi

Netanyahu Pacu Rencana Aneksasi

Senin, 9 Desember 2019 | 11:00 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

YERUSALEM, investor.id – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (8/12) menggaungkan rencananya untuk menganeksasi sejumlah tempat di wilayah pendudukan Tepi Barat dan permukiman Yahudi. Ini menjadi upaya terakhirnya untuk menghindarkan pemilihan umum (pemilu) baru.

“Ini saatnya untuk menerapkan kedaulatan Israel atas Lembah Yordan dan melegalisasikan seluruh permukiman di Yudea dan Samaria, bagi mereka yang di dalam maupun di luar blok-blok permukiman. Semuanya akan menjadi bagian dari Negara Israel,” ujar Netanyahu, merujuk pada istilah Tepi Barat dalam kitab agama Yahudi.

Pada September 2019 atau beberapa pekan sebelum pemilu, Netanyahu mengumumkan rencana untuk menganeksasi Lembah Yordan, jika dirinya terpilih kembali. Kawasan ini mencakup sekitar sepertiga Tepi Barat.

Pernyataan terbarunya pada sebuah konferensi yang digelar koran sayap kanan Makor Rishon itu keluar bersamaan dengan permohonan kepada rivalnya Benny Gantz, untuk membentuk pemerintahan kesatuan. Dengan alasan demi menghemat waktu dan uang yang dipakai dalam pemilu.

“Saya menawarkan kepada Benny Gantz untuk bergabung dalam pemerintahan kesatuan dan saya hari ini juga mengulangi hal itu. Tidak ada kata terlambat,” ujar Netanyahu.

Hasil pemilu pada September tidak menunjukkan pemenang mutlak. Sementara Rabu (11/12) adalah hari terakhir bagi para anggota parlemen untuk mengajukan koalisi atau Israel harus menggelar pemilu lagi atau bakal menjadi yang ketiga dalam setahun terakhir.

“Saya menginginkan pengakuan Amerika atas kedaulatan kita atas Lembah Yordan. Ini penting,” ujar Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ( Foto: AFP / POOL / RONEN ZVULUN )
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ( Foto: AFP / POOL / RONEN ZVULUN )

Ia mengaku baru-baru ini membahas masalah tersebut dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Tapi pada kesempatan itu ia tidak menyerahkan rencana formal apa pun.

Pompeo bulan lalu mengumumkan AS tidak lagi sepaham dengan posisi internasional bahwa permukiman-permukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal.

Tapi pada akhir pekan lalu, Dewan Perwakilan AS mengesahkan resolusi yang mendukung negara Palestina. Juga tekad bahwa AS harus tidak mendorong langkah-langkah seperti aneksasi sepihak atas sebuah wilayah.

Saat ini sekitar 400.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, bersama sekitar 2,6 juta warga Palestina. Permukiman Yahudi dipandang sebagai hambatan besar bagi terciptanya perdamaian, karena dibangun di atas tanah yang dipandang oleh Palestina sebagai bagian dari negara masa depannya.

Sementara Israel menyalahkan kekerasan dan kekerasan hati pihak Palestina sebagai hambatan utama bagi terwujudnya perdamaian. Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa langkah-langkah lebih luas untuk menganeksasi atau melegalisasikan permukiman di Tepi Barat akan dikoordinasikan dengan Presiden AS Donald Trump dan rencana perdamaiannya. (afp)

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN