Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor pusat Nokia di Espoo, Finlandia. ( Foto: Vesa Moilanen / Lehtikuva )

Kantor pusat Nokia di Espoo, Finlandia. ( Foto: Vesa Moilanen / Lehtikuva )

Nokia Jadi Pemasok Jaringan 5G di Inggris

Rabu, 30 September 2020 | 07:44 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

HELSINKI, investor.id – Nokia pada Selasa (29/9) mengumumkan akan menggantikan Huawei, sebagai penyedia peralatan terbesar ke British Telecom Tower (BT), setelah mendapatkan kesepakatan untuk memasok jaringan 5G di seluruh Inggris.

Langkah tersebut merupakan kontrak Inggris pertama bagi produsen telekomunikasi asal Finlandia, menyusul keputusan Perdana Menteri Boris Johnson pada Juli yang melarang perusahaan-perusahaan penyedia seluler menggunakan peralatan buatan raksasa Tiongkok itu pada jaringan 5G baru mereka.

Pembatasan yang didasarkan pada keamanan nasional telah memaksa para penyedia seluler untuk mengganti vendor-vendor berisiko tinggi mulai 2021. Hal ini pun memberikan peluang emas bagi dua pesaing utama Huawei di pasar 5G, yakni Nokia asal Finlandia dan Ericsson dari Swedia.

Perusahaan-perusahaan di Inggris telah diberikan waktu hingga 2027 untuk menghapus peralatan Huawei dari perangkat jaringan 5G mereka. Perubahan ini, dikatakan oleh BT akan menelan biaya 500 juta poundsterling (US$ 643 juta).

Berdasarkan kesepakatan BT, Nokia akan memasok ke stasiun pangkalan dan peralatan jaringan lainnya untuk memungkinkan para pelanggannya mengakses internet 5G super cepat.

Peralatan Nokia juga akan dipasang di jaringan 2G dan 4G perusahaan yang sudah ada. Namun perusahaan mengatakan kepada AFP, bahwa mereka juga akan menggunakan pemasok lain untuk menggantikan totalitas peralatan Huawei 5G-nya.

“Dengan tahap berikutnya dari hubungan sukses kami dengan Nokia, kami akan terus memimpin peluncuran jaringan tetap dan seluler untuk memberikan pengalaman yang menonjol bagi pelanggan,” kata CEO BT Philip Jansen dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.

Meskipun larangan penggunaan peralatan Huawei menawarkan dorongan yang signifikan bagi Nokia dan Ericsson, para pengamat industri telah memperingatkan bahwa untuk memenuhi kenaikkan permintaan yang ditinggalkan oleh pemimpin pasar mungkin tidak mudah.

Tahun lalu, Nokia menurunkan perkiraan pendapatan 2020 karena menghadapi persaingan sengit di pasar jaringan 5G. Sementara itu, ceo sebelumnya Rajeev Suri mengurangi keterlambatan dalam mengirimkan beberapa pesanan peralatan.

Namun, laporan terbaru perusahaan memperlihatka peningkatan laba dan CEO baru Nokia Pekka Lundmark diprediksi mengguncang perusahaan guna mencoba memulihkan sebagian dari kerugian yang hilang dari pesaing 5G Nokia.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN