Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kanoa Igarashi dari  Jepang sedang berselancar dalam babak seperempat final putra di Pantai Selancar Tsurigasaki, Chiba, pada 27 Juli 2021 selama Pertandingan Olimpiade Tokyo 2020. ( Foto: OLIVIER MORIN / AFP )

Kanoa Igarashi dari Jepang sedang berselancar dalam babak seperempat final putra di Pantai Selancar Tsurigasaki, Chiba, pada 27 Juli 2021 selama Pertandingan Olimpiade Tokyo 2020. ( Foto: OLIVIER MORIN / AFP )

Olimpiade Tokyo Didatangi Badai Nepartak

Selasa, 27 Juli 2021 | 07:08 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

TOKYO, investor.id – Badai Tropis Nepartak dilaporkan sedang menuju wilayah timur laut Jepang pada Senin (26/7). Kondisi ini memaksa panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo untuk menjadwal ulang pertandingan cabang olahraga (cabor) dayung dan panahan, karena dapat terpengaruh oleh embusan angin kencang.

Badan meteorologi Jepang menyampaikan, Badai Tropis Nepartak dengan kecepatan angin hingga 108 kilometer per jam, diperkirakan mendarat Selasa (27/7). Badai itu dilaporkan mengubah arahnya dari wilayah Tokyo ke wilayah timur laut, termasuk Fukushima.

Badan meteorologi juga memperingatkan bahwa badai tropis ini akan menyebabkan turun hujan deras disertai angin, dan gelombang laut tinggi di wilayah yang luas termasuk ibu kota Jepang.

“Sesuai dengan prakiraan cuaca saat ini, jadwal cabang olahraga dayung dan panahan yang akan berlangsung pada tanggal 27 telah diubah. Saat ini, belum ada rencana mengubah jadwal untuk acara lain yang akan diadakan pada Selasa,”ujar panita penyelenggara, yang dikutip AFP.

Panita penyelenggara Olimpiade mengatakan akan sangat memperhatikan informasi ramalan cuaca, dan mengaktifkan rencana darurat terkait cuaca buruk, jika diperlukan.

Sementara itu para atlet cabor selancar yang memutuskan mengambil kentungan ombak besar yang ditimbulkan oleh badai di Pantai Tsurigasaki, yang berjarak 100 kilometer (60 mil) di timur Tokyo, terpaksa membatalkan kompetisi hari terakhir. Acara pemberian medali pun akan disatukan ke dalam jadwal Selasa.

Perintah evakuasi telah dikeluarkan di daerah sekitar kota resor Atami, yang sempat dilanda tanah longsor menghancurkan di awal bulan ini, dan menewaskan 21 orang serta enam orang dilaporkan masih hilang. Beberapa layanan kereta api, termasuk kereta peluru, akan dihentikan pada Selasa sore karena badai.

Badan meterologi menyebut Nepartak sebagai topan, sementara Angkatan Laut AS menyebutnya sebagai badai tropis. Musim topan di Jepang sendiri dilaporkan berlangsung mulai sekitar Mei hingga Oktober, di mana puncaknya terjadi pada Agustus dan September.

Sebagai informasi, Topan Hagibis menerjang Jepang pada 2019 di saat Negeri Sakura ini menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugbi.

Badai dahsyat itu menewaskan lebih dari 100 orang, dan memaksa panitia penyelenggara membatalkan tiga pertandingan biliar.

Sedangkan pelaksanaan Olimpiade Tokyo akhirnya dibuka pada Jumat (23/7), setelah sempat tertunda setahun pada 2020 karena pandemi virus corona Covid-19, dan akan berlangsung hingga 8 Agustus. Menyusul kasus Covid yang melonjak maka pelaksanaan Olimpiade kali ini digelar terbatas tanpa penonton di sebagian besar lokasi pertandingan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN